Obligasi global Danantara laris, Rosan: Peminat terbanyak dari AS

2 jam yang lalu 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani menyampaikan tingginya minat investor terhadap obligasi mancanegara Danantara Indonesia dengan peminat terbesar salah satunya berasal dari Amerika Serikat.

Dalam keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, Rosan Roeslani mengatakan Danantara menerbitkan obligasi internasional senilai 1,5 miliar dolar AS dan melakukan kunjungan ke sejumlah negara untuk memaparkan kebijakan dan investasi yang mereka lakukan.

"Responsnya itu boleh saya sampaikan positif. Kenapa responsnya positif? Kurang lebih kita menemui 122 investor dari berbagai macam negara dan setelah perjalanan kami mengadakan bookbuilding, dari rencana 1 miliar dolar yang kami ingin capai, bookbuilding yang masuk itu kurang lebih 4,6 miliar dolar," katanya.

Tingginya antusiasme saat bookbuilding atau penawaran awal itu membuat Danantara meningkatkan obligasi yang diterbitkan dari 1 miliar dolar AS menjadi 1,5 miliar dolar AS, terbagi dalam obligasi tenor 5 tahun dan 10 tahun. Masing-masing pada tingkat imbal hasil 5,35 persen dan 5,95 persen.

"Ini real, kenapa? Karena tanggal 11 kemarin kita sudah signing, dan tanggal 18 dananya akan masuk ke dalam rekening Danantara. Dan ini real, karena banyak yang menyampaikan sama ini, 'oh tidak akan ada investasi mau percaya kepada kita', tapi ini real. Ini membuktikan bahwa memang kepercayaan investor terhadap Indonesia itu ada dan tinggi," kata Rosan menambahkan.

Terkait investor yang membeli global bond obligasi lima tahun, Rosan menyampaikan 38 persen dari Amerika Serikat, 41 persen dari Eropa dan Timur Tengah dan 21 persen dari Asia.

Untuk obligasi 10 tahun, 52 persen investor berasal dari Amerika Serikat, 31 persen dari Eropa dan Timur Tengah serta 17 persen dari Asia.

"Boleh dibilang biasanya penerbitan obligasi dari Indonesia, justru peminatnya kebanyakan dari Asia. Historical itu seperti itu, tapi ini justru kebalikannya, justru peminat dan yang membeli terbesarnya adalah dari Amerika Serikat," jelasnya.

Baca juga: Danantara sebut koreksi pasar 40 persen picu aksi beli asing

Baca juga: Rosan: Keberhasilan Global bond Danantara bukti kepercayaan investor

Baca juga: COO Danantara sebut saham BUMN topang kenaikan IHSG Senin pagi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (14/6) telah memanggil sejumlah menteri untuk membahas hasil kunjungan kerja ke sejumlah negara yang menghasilkan adanya kepercayaan tinggi dan besarnya minat investasi masuk ke Indonesia.

Menurut pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya pada Minggu, menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan dari menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus kepala BPI Danantara terkait hasil kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa dan Asia.

"Laporan tersebut menunjukkan fakta dan data valid meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia, yang tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional," kata Teddy Indra Wijaya.

Baca juga: COO Danantara komitmen transparansi demi perkuat kepercayaan investor

Baca juga: Danantara pastikan risiko investasi tak ganggu aset BUMN

Baca juga: Prabowo panggil sejumlah menteri bahas tingginya minat investasi ke RI

Pewarta: Prisca Triferna Violleta/Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya