Purbaya yakin sinkronisasi fiskal-moneter kembali perkuat rupiah ‎

2 jam yang lalu 4
Sinergi penuh itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan

Jakarta (ANTARA) - ‎Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini penguatan sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter mampu mengembalikan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional dan mendorong penguatan nilai tukar rupiah.

Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu menyampaikan sinergi yang kuat antara otoritas fiskal dan moneter menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, baik di tingkat makro maupun mikro.

Sinkronisasi yang dimaksud yakni peningkatan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik guna mendorong kembali masuknya aliran modal asing (inflow), serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia, disertai peningkatan remunerasi yang dibayarkan BI kepada pemerintah.

“Sinergi penuh itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai tukar rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan tidak akan melemah lagi ke level yang lebih tinggi dari sekarang,” kata Purbaya.

Ia menegaskan, tujuan utama dari penguatan koordinasi kebijakan tersebut bukan semata menjaga stabilitas nilai tukar, melainkan memastikan dampak positifnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.‎

Purbaya mencontohkan, pelemahan rupiah selama ini turut menekan pelaku usaha kecil yang masih bergantung pada bahan baku impor. Kondisi tersebut menyebabkan biaya produksi meningkat dan pada akhirnya berdampak pada harga jual produk di tingkat konsumen.

"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih diimpor. Yang jelas itu kan menaikkan cost of production mereka,” ujarnya.‎

Ia optimistis, dengan kebijakan yang lebih terkoordinasi dan efektif, stabilitas nilai tukar rupiah akan semakin terjaga. Dampaknya, tekanan biaya produksi dapat berkurang sehingga harga berbagai kebutuhan masyarakat menjadi lebih terkendali.

“Dengan nanti kebijakan lebih bagus itu kita akan melihat rupiah yang lebih stabil sehingga para pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, dan tidak terbebani lagi beban hidupnya. Tidak mengalami kenaikan beban hidup yang terlalu signifikan,” tutur Purbaya.‎

Baca juga: BI dan Kemenkeu sinkronisasi fiskal dan moneter perkuat kurs rupiah

Baca juga: OJK pastikan tidak ada potensi "bank rush" di tengah pelemahan rupiah

Baca juga: Mensesneg: Pemerintah intensif koordinasi jaga stabilitas rupiah

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya