Potensi negosiasi damai AS-Iran belum cukup kuat topang kurs rupiah

3 hari yang lalu 3

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari Rabu melemah 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp17.143 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.127 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan potensi negosiasi damai AS-Iran belum cukup kuat menopang kurs rupiah.

"Tekanan eksternal masih mendominasi, meskipun dolar AS sempat melemah. Optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran menjadi faktor yang menahan penguatan dolar, namun belum cukup kuat untuk mendorong apresiasi signifikan pada rupiah," ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Melihat sentimen global, pasar memperoleh dorongan positif dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang perundingan dengan Iran dalam waktu dekat di Pakistan. Hal ini meningkatkan risik appetite (selera risiko) dan menekan dolar AS, tetapi ketidakpastian masih tinggi karena pelaku pasar cenderung berhati-hati dan tak mau mengambil posisi besar mengingat arah kebijakan dapat berubah cepat.

Laporan Sputnik mengungkapkan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance kemungkinan akan memimpin lagi delegasi AS dalam putaran kedua negosiasi dengan Iran apabila dilaksanakan nantinya.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa putaran berikutnya dari negosiasi antara Washington dan Teheran dapat berlangsung dalam dua hari ke depan di Pakistan.

Sebelumnya, perundingan telah diadakan di Ibu Kota Pakistan, Islamabad, selama akhir pekan lalu untuk mengakhiri secara permanen perang AS-Zionis Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari, tetapi kesepakatan belum berhasil dicapai.

Upaya untuk mengadakan putaran pembicaraan berikutnya sedang berlangsung.

Adapun pada sisi domestik, lanjutnya, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakan secara pre-emptive dan terukur melalui intervensi di pasar valas (Non-Deliverable Forward/NDF, Domestic Non-Deliverable Forward/DNDF, dan spot) serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN).

Dukungan juga disebut datang dari cadangan devisa yang kuat sebesar 148,3 miliar dolar AS, penguatan transaksi berbasis underlying, serta perluasan Local Currency Transaction (LCT).

"Koordinasi erat dengan pemerintah dalam menjaga APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) tetap prudent juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas rupiah," ujar Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.141 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.135 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah menguat dipengaruhi harapan negosiasi Iran dengan AS

Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi menguat jadi Rp17.123 per dolar AS

Baca juga: Rupiah melemah seiring ancaman AS perluas blokade hingga Teluk Oman

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya