Jakarta, CNN Indonesia --
Pilot asal Kanada Air Canada Geoffrey Wall diduga menerbangkan pesawat lebih dari 900 kali tanpa lisensi resmi dan sudah berlangsung selama 17 tahun.
Kepolisian Regional Peel menyebut Wall menggunakan lisensi palsu untuk untuk memimpin lebih dari 900 penerbangan domestik dan internasional antara tahun 2009-2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus ini sangat mengkhawatirkan dan menyentuh inti kepercayaan dan keselamatan publik, karena terdakwa diduga telah membahayakan ratusan ribu penumpang di lebih dari 900 penerbangan domestik dan internasional," kata Kepala Kepolisian Regional Peel, Nishan Duraiappah, dikutip Al Jazeera.
Wall memang punya lisensi pilot komersial yang sah, tetapi dia tak punya llisensi pilot transportasi udara. Ini merupakan tingkat sertifikasi pilot tertinggi yang dibutuhkan untuk menjadi kapten pesawat komersial.
Lebih lanjut, polisi mengatakan Wall menghadapi satu dakwaan penipuan, dua dakwaan pemalsuan dokumen, tiga dakwaan kepemilikan merek dagang palsu, dan satu dakwaan perbuatan merusak ketertiban umum.
Sementara itu, Air Canada menyatakan dugaan tindakan Wall "sangat serius." Namun, mereka memastikan keselamatan penumpang tak terganggu karena semua pilot menjalani pelatihan wajib setiap enam bulan guna menilai kompetensi dan pemeriksaan sertifikat.
Canada Air juga menyatakan Wall sudah berhasil atau melampaui persyaratan dan pelatihan.
"Dia sudah melewati kompetensi level tinggi untuk mengoperasikan pesawat dengan aman," demikian lanjut maskapai tersebut.
Maskapai penerbangan nasional Kanada itu juga menyatakan tak menemukan kasus lain terkait ketidakpatuhan terhadap persyaratan perizinan setelah melakukan audit terhadap pilot-pilotnya.
"Segera setelah Air Canada mengetahui hal ini, individu tersebut diberhentikan dari tugas aktif, dan perusahaan secara sukarela melaporkan masalah tersebut kepada Transport Canada," lanjut Canada Air.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·