Jakarta, CNN Indonesia --
Sebuah demo besar-besaran digelar di Kota Chongqing, China, sejak pekan lalu.
Demo besar yang tergolong langka itu di China itu terjadi sebagai protes atas kekerasan terhadap seekor anjing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarahan warga di kota itu meledak setelah beredar di media sosial rekaman video seorang pria menganiaya anjing miliknya. Pria yang teridentifikasi bernama Li berusia 39 tahun itu diduga menyiksa anjingnya di balkon rumah pada malam hari.
Para relawan perlindungan hewan kemudian mendatangi pria tersebut di kompleks apartemennya dan melaporkan menemukan seekor anak anjing yang terluka parah di koridor di luar unitnya.
Pihak berwenang Chongqing kemudian menyatakan anak anjing milik Li telah dipindahkan ke rumah sakit hewan dan penampungan hewan untuk perawatan.
Li sendiri langsung ditahan oleh polisi untuk segera diinterogasi atas tuduhan penyiksaan terhadap anjingnya.
Namun, amarah warga telanjur meluas sehingga ratusan oran menggelar demonstrasi menuntun undang-undang perlindungan hewan yang lebih ketat lagi, dikutip dari Channel News Asia.
Menurut laporan dari media berita Hong Kong HK01, ratusan orang berkumpul di distrik Jiangbei Minggu lalu. Banyak yang membawa spanduk menuduh Li melakukan kekejaman terhadap hewan dan penipuan adopsi, sementara yang lain menyerukan kepada pihak berwenang untuk menerapkan undang-undang perlindungan hewan khusus.
Video dan foto yang kemudian dihapus dari platform media sosial Tiongkok tampaknya menunjukkan ketegangan antara demonstran dan polisi di luar kompleks perumahan Li di distrik Jiangbei, dengan beberapa demonstran dikawal pergi.
Banyak netizen China kemudian memposting ulang rekaman tersebut di platform media sosial luar negeri seperti Facebook dan Threads di Instagram untuk meningkatkan kesadaran tentang kasus tersebut.
Aktivis hak hidup hewan mengatakan penduduk setempat menginginkan pihak berwenang untuk menyelamatkan hewan-hewan yang masih diyakini berada di rumah Li dan mencegah penipuan adopsi serupa terjadi.
Dalam pernyataannya, pihak berwenang setempat mengatakan masalah tersebut akan ditangani "sesuai hukum" berdasarkan hasil penyelidikan. Para pejabat juga mendesak masyarakat untuk melaporkan informasi apa pun yang berkaitan dengan dugaan kegiatan ilegal.
Reaksi publik ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang masalah perlindungan dan kesejahteraan hewan di China.
Awal tahun ini, dugaan pencurian dan pembunuhan seekor anjing Border Collie berusia delapan tahun bernama Chutou di provinsi Henan memicu kemarahan luas dan memantik desakan hukuman yang lebih berat terhadap pelaku kekerasan terhadap hewan.
(bac)
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·