Panglima Angkatan Darat Iran Jenderal Amir Hatami dalam sebuah upacara di Teheran, Iran, 07 Januari 2026. Hatami memperingatkan bahwa setiap atau tindakan agresi yang dilakukan oleh musuh akan ditanggapi dengan respons yang lebih tegas dibandingkan konflik-konflik sebelumnya,
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL - Panglima Angkatan Darat (AD) Iran Amir Hatami memperingatkan, tidak ada pasukan musuh yang boleh selamat jika AS mencoba melancarkan invasi darat ke Teheran. Hatami mengatakan, pimpinan militer telah menginstruksikan komando operasional untuk memantau pergerakan pasukan AS secara cermat dan merespons tepat waktu.
“Jika musuh mencoba operasi darat, tidak seorang pun boleh selamat,” kata Hatami dalam komentar yang disiarkan stasiun televisi pemerintah, IRIB pada Kamis (2/4/2026).
“Penting untuk memantau pergerakan dan tindakan musuh dengan sangat teliti dan sangat hati-hati, dari waktu ke waktu, dan untuk menerapkan rencana untuk melawan metode serangannya pada waktu yang tepat,” kata dia menambahkan.
“Bayang-bayang perang harus dihilangkan dari negara kita, dan keamanan harus ditegakkan untuk semua,” ujarnya.
Pada Sabtu (28/3/2026), The Washington Post melaporkan bahwa Pentagon sedang mempersiapkan kemungkinan operasi darat di Iran seiring ribuan pasukan AS dikerahkan ke Timur Tengah. Pelaksanaan operasi ini disebut masih menunggu keputusan Presiden AS Donald Trump.
Para pejabat AS mengatakan rencana tersebut dapat menandai “fase baru perang” yang mungkin “jauh lebih berbahaya” bagi pasukan AS daripada empat minggu pertama pertempuran, menurut surat kabar tersebut.
sumber : Antara

2 minggu yang lalu
10








English (US) ·
Indonesian (ID) ·