Rudal Iran jatuh di kawasan Lembah Yordania, Senin (8/6/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Teheran tidak akan pernah bernegosiasi mengenai kemampuan pertahanan dan penangkalan. Menurutnya, persenjataan rudal Iran telah mencegah negara itu mengalami nasib yang sama seperti Gaza.
Berbicara bersama Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam konferensi pers di Islamabad, Pezeshkian mengatakan Iran tidak akan pernah membahas kemampuan pertahanan dan daya tangkalnya dengan siapapun dan dalam kondisi apapun.
Pada Selasa (23/6/2026), Pezeshkian dengan tegas menolak kemungkinan perundingan apa pun terkait kemampuan militer Iran. Dia menegaskan bahwa kekuatan pertahanan negara itu sangat penting untuk menjaga kedaulatan dari berbagai ancaman eksternal.
Presiden Iran menyatakan bahwa kekuatan militer Teheran telah berfungsi sebagai alat pencegah agresi, dan menolak pernyataan agar program pertahanan negaranya dijadikan bahan perundingan.
“Republik Islam Iran tidak akan pernah, dalam kondisi apa pun, mengadakan pembicaraan dengan pihak mana pun mengenai kemampuan pertahanan dan pencegahannya,” tegas Pezeshkian.
Dia juga mengkritik negara-negara Barat yang menggambarkan diri mereka sebagai pembela hak asasi manusia. Menurutnya, klaim tersebut tidak sejalan dengan tindakan yang mereka lakukan.
sumber : Antara, IRNA-OANA

2 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·