Tim penyelamat Israel membawa jenazah di lokasi bangunan tempat tinggal yang terkena serangan rudal Iran di Haifa, Israel, 06 April 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Media-media Israel bereaksi terhadap pengumuman gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran dengan kritik yang sangat tajam. Mereka menggambarkan hasil gencatan senjata tersebut sebagai sebuah kekalahan dan bukan sebuah terobosan diplomatik.
Komentar di berbagai media menggambarkan perjanjian tersebut sebagai sebuah konsesi di bawah tekanan, dengan beberapa pihak menyatakan bahwa Iran berhasil mendikte Trump, dan bahwa hasilnya “bukan hanya sebuah pencapaian Iran tetapi sebuah kemenangan besar.”
“Di dunia manakah dia tinggal saat dia mempromosikan perjanjian menyerah sebagai sebuah pencapaian?” tulis Channel 14 Israel secara terbuka mengkritik Presiden AS Donald Trump. “Yang paling mengkhawatirkan adalah Israel tidak melawan kegilaan ini.”
Palestine Chronicle melaporkan, media Israel lainnya menggambarkan Trump sebagai “orang lemah” yang “tidak dapat menahan tekanan.” Mereka mengatakan bahwa pengumuman gencatan senjata – yang disampaikan ketika rudal masih diluncurkan ke Israel – “mencerminkan ejekan terhadap kami.”
Koresponden militer i24 juga mengejek gencatan senjata tersebut, dan menyerukan agar waktunya “ditentukan secara tepat di masa depan,” yang mencerminkan skeptisisme terhadap substansi dan implementasinya.
Penilaian Israel semakin menunjukkan adanya kesenjangan antara tujuan perang yang dinyatakan dan hasil sebenarnya. Komentar media menyoroti bahwa kampanye tersebut tidak mencapai tujuan utamanya, khususnya upaya untuk membongkar kemampuan militer Iran atau mengacaukan sistem politiknya.
Laporan mencatat bahwa menargetkan kepemimpinan Iran “tidak menyebabkan jatuhnya rezim,” dan bahwa Iran mempertahankan struktur politik dan kapasitas operasionalnya selama konflik.
Kelanjutan operasi Iran hingga fase akhir perang juga ditekankan, dengan media Israel mencatat bahwa Iran mempertahankan kecepatan serangan dan “melepaskan tembakan terakhir.”
Komentar Israel juga berfokus pada pihak Lebanon, yang hasilnya secara luas digambarkan sebagai sebuah kegagalan. Laporan menyatakan bahwa “Israel kalah dalam pertempuran” di Lebanon, mencatat bahwa hubungan antara Iran dan Hizbullah tetap utuh dan bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon tanpa perlucutan senjata Hizbullah.

1 minggu yang lalu
6








English (US) ·
Indonesian (ID) ·