Salah satu penyimpanan dan pabrik pengilangan minyak milik Vitol di Fujairah, Uni Emirat Arab
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Kantor Berita Tasnim pada Selasa (21/4/2026) melaporkan bahwa Iran sedang menimbang sebuah serangan terkoordinasi menargetkan infrastruktur energi global penting, sebuah skenario yang jika benar terjadi bisa mendisrupsi hingga 32 persen suplai minyak global. Menurut laporan itu, target serangan termasuk jaringan pipa Yanbu di Arab Saudi, fasilitas penyulingan minyak Fujairah di Uni Emirat Arab, dan juga Selat Bab al-Mandab yang bisa ditutup oleh kelompok miltan Houthi.
Tiga target itu diyakini sebagai infrastruktur vital sistem energi global. Selat Bab al-Mandeb sendiri adalah perlintasan bagi sekitar 6 juta barel minyak per harinya, sementara Fujairah adalah salah satu infrastruktur penghubung bisnis minyak dunia.
Adapun jaringan pipa Yanbu, disebut sebagai arteri yang menhubungkan ladang-ladang minyak di Arab Saudi dengan Laut Merah. Meski demikian, laporan Tasnim belum terkonfirmasi oleh otoritas Iran atau sumber independen lainnya.

2 jam yang lalu
4







English (US) ·
Indonesian (ID) ·