Krakatau Steel cetak laba bersih Rp5,68 triliun pada 2025

2 minggu yang lalu 8
Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional

Jakarta (ANTARA) - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) membukukan laba bersih senilai 339,64 juta dolar AS atau setara Rp5,68 triliun pada 2025, atau berbalik dibandingkan rugi bersih senilai 154,7 juta dolar AS atau setara Rp2,49 triliun pada 2024.

Laba bersih yang tercatat sebagian besar bersumber dari keuntungan buku (accounting gain) atas keberhasilan program restrukturisasi utang yang komprehensif.

“Kami mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Direktur Utama KRAS Akbar Djohan sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Perseroan membukukan pendapatan keuangan senilai 519,92 juta dolar AS dari proses restrukturisasi, termasuk laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat (haircut) senilai 156,74 juta dolar AS.

Baca juga: Krakatau Steel gandeng Kejaksaan Agung perkuat tata kelola perusahaan

Baca juga: Krakatau Steel: KOS tutup karena persaingan dengan baja impor murah

Secara keseluruhan, perseroan membukukan pendapatan senilai 959,84 juta dolar AS atau setara Rp16,05 triliun pada 2025.

Dari sisi operasional, perseroan mencatatkan total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton pada 2025, atau tumbuh 29 persen (yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Akbar mengatakan perseroan berhasil memperkuat posisi keuangan dengan mencatatkan total aset senilai 2,77 miliar dolar AS atau setara Rp46,24 triliun per akhir 2025

Pada saat sama, komitmen perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang membuahkan hasil nyata, yang mana total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04 persen (yoy) menjadi 2,04 miliar dolar AS atau setara Rp34,11 triliun

Akbar melanjutkan efek positif dari perbaikan kinerja membawa pertumbuhan yang sangat signifikan pada sisi ekuitas, yang melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 725,51 juta dolar AS atau sekitar Rp12,13 triliun.

Melengkapi kesehatan keuangan tersebut, perseroan meneguhkan komitmennya pada aspek transparansi dan tata kelola, yang mana Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel sukses meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari Auditor Independen.

"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, Perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," ujar Akbar

Dalam kesempatan ini, Akbar memastikan perseroan memandang optimistis kelanjutan tren pertumbuhan melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik.

“Fokus strategis perseroan tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, selaras dengan semangat pembangunan nasional serta percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas,” ujar Akbar.

Selain itu, I memastikan perseroan secara aktif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh portofolio bisnis, termasuk meninjau kembali sejumlah kerja sama modal ventura (joint venture) guna memastikan keselarasan dengan target pertumbuhan.

Perseroan meyakini bahwa apabila kinerja seluruh unit JV menunjukkan tren positif, terutama PT Krakatau Posco sebagai mitra strategis utama, maka dipastikan akan memberikan kontribusi yang jauh lebih besar dan berkelanjutan terhadap kinerja keuangan konsolidasi Krakatau Steel secara keseluruhan.

Baca juga: Danantara sebut Krakatau Steel akan kelola pabrik baja di Cilegon

Baca juga: Krakatau Steel terapkan transformasi menyeluruh, pacu kinerja persero

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya