Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Indonesia siap berkontribusi sebagai mitra aktif dalam membentuk tata kelola akal imitasi (AI) global yang inklusif dengan membawa perspektif negara berkembang.
Hal itu disampaikan Purbaya dalam sesi "IMFC Early Warning Exercise", yang merupakan rangkaian agenda Pertemuan Musim Semi Dana Moneter Internasional dan Grup Bank Dunia (IMF-World Bank Spring Meeting) pada 13-17 April di Washington, DC, Amerika Serikat.
"Keterlibatan Indonesia dalam AI telah berkembang dari tahap awal pengembangan menjadi bagian integral dari seluruh perekonomian," kata Purbaya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.
Pada 2025, kata Menkeu, sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mencatat tingkat pertumbuhan tertinggi dalam sejarah sebesar 8,35 persen.
Pertumbuhan itu didukung oleh lebih dari 12.000 km jaringan serat optik dan kapasitas satelit nasional sebesar 150 Gbps.
Indonesia pun secara aktif terus memperkuat ekosistem AI nasional untuk memastikan peningkatan produktivitas dapat dioptimalkan di dalam negeri, sambil tetap terbuka terhadap kolaborasi global, dan memposisikan Indonesia sebagai pengguna dan pengembang solusi berbasis AI.
Selain itu, Indonesia juga akan tetap mewaspadai risiko sistemik yang muncul, termasuk potensi gelembung aset dari investasi AI, gangguan pasar tenaga kerja akibat otomatisasi, peningkatan konsentrasi pasar oleh platform global, risiko stabilitas keuangan dari pengambilan keputusan berbasis AI, dan erosi fiskal dari aktivitas digital lintas negara.
Dalam konteks partisipasi global, Indonesia siap memajukan mekanisme peringatan dini khusus AI untuk mengantisipasi risiko keuangan sistemik.
Dukungan lain yang siap diberikan juga termasuk memastikan manfaat AI didistribusikan secara luas untuk mendukung pertumbuhan global yang adil dan berkelanjutan.
Dalam kehadirannya di IMF-World Bank Spring Meeting, Menkeu juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan beragam mitra pembangunan dan negara mitra Indonesia.
Salah satunya yaitu pertemuan bersama Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) Mathias Cormann.
OECD menyatakan dukungan dalam proses aksesi Indonesia serta dukungan pengembangan kapasitas institusional dan pengetahuan terhadap Lembaga Nasional Single Window (LNSW) Indonesia.
Baca juga: Menkeu: IMF puji Indonesia jadi “bright spot” perekonomian global
Baca juga: Menkeu sampaikan ke IMF-Bank Dunia ekonomi RI bisa tumbuh 5,4-6 persen
Baca juga: Menkeu: Bank Dunia hingga lembaga global apresiasi strategi fiskal RI
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·