Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine mengatakan gencatan senjata dengan Iran bukan berarti perang benar-benar berhenti.
Ia mengatakan gencatan senjata ini hanya sebuah jeda perang.
Militer AS menurutnya tetap siaga untuk melanjutkan pertempuran. Dilansir dari Reuters, Caine juga mengklaim tujuan AS di Iran telah tercapai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini disampaikan Caine saat memberikan keterangan bersama Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Rabu (8/4) pagi waktu setempat di Kementerian Pertahanan, Virginia, AS.
Caine juga menyebut AS telah menghancurkan lebih dari 13 ribu target di Iran.
Sebanyak 80 persen sistem pertahan udara Iran diklaim Caine juga sudah hancur. Sementara 90 persen armada laut dan 90 persen pabrik senjata diklaim Caine juga sudah dilumpuhkan.
"Butuh waktu bertahun-tahun bagi Iran untuk membangun kembali kapal perang mereka," kata Caine.
Keterangan pers ini diberikan keduanya usai Presiden Donald Trump membatalkan ancamannya untuk menyerang Iran besar-besaran dua jam sebelum tenggat yang diberikan bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Hegseth sendiri mengklaim AS sudah memenangi perang. Menurutnya ini ditandai dengan hancurnya program rudal Iran dan tidak lagi berfungsi.
Hegseth mengatakan militer AS saat ini masih bberada di sekitar Timur Tengah untuk memastikan Iran mematuhi gencatan senjata dua pekan. Selain itu juga untuk memantau persediaan uranium yang diperkaya negara tersebut.
"Mengenai uranium, kami mengawasinya. Kami tahu apa yang mereka miliki, dan mereka akan menyerahkannya, dan kami akan mendapatkannya. Kami akan mengambilnya jika perlu," kata Hegseth.
(tim/sur)
Add
as a preferred source on Google

1 minggu yang lalu
6








English (US) ·
Indonesian (ID) ·