Katedral Usia 950 Tahun di Ukraina Terbakar Kena Rudal Rusia

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah katedral di salah satu situs tersuci Kekristenan Ortodoks Timur terbakar, usai Rusia meluncurkan serangan rudal dan drone besar-besaran ke ibu kota Kyiv, Ukraina pada Minggu (14/6) malam. 

Dilansir New York Times, Katedral Dormition yang terkena serangan berada di lokasi biara Pechersk. Biara tersebut adalah salah satu tempat tertua dan tersuci bagi gereja Ortodoks Ukraina dan Rusia, dan memiliki peran penting dalam sejarah awal kedua negara.

Dalam foto-foto yang beredar, atap katedral tampak dilalap api imbas serangan. Selain itu terlihat juga kobaran api dan asap yang membubung di samping kubah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko dan Gubernur Militer Tymur Tkachenko, mengonfirmasi kerusakan tersebut.

"Kerusakan di wilayah biara cukup signifikan, dan terjadi kebakaran serius," kata Tkachenko.

Seorang pemimpin agama di biara tersebut, Uskup Avraamii, mengatakan para imam dan biarawan telah berhasil memindahkan barang-barang suci termasuk ikon-ikon kuno dari katedral.

"Pertama-tama kami mengatur evakuasi barang-barang suci, ikon-ikon kuno, yang memiliki nilai religius dan historis," ungkap Uskup Avraamii.

Rusia bantah targetkan katedral

Menanggapi insiden ini, Rusia mengeklaim tidak menyerang biara bersejarah Pechersk Lavra. Moskow mengatakan katedral yang menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO itu terbakar akibat rudal pertahanan udara patriot buatan Amerika Serikat.

Rusia mengaku serangannya menargetkan dan mengenai fasilitas manufaktur drone milik Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan rudal Patriot, yang telah merusak biara tersebut, mungkin meleset karena negara-negara Barat telah memasok senjata kepada Ukraina.

"Angkatan bersenjata Federasi Rusia tidak merencanakan atau melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil," demikian pernyataan Kemhan Rusia, dilansir Reuters.

"Menurut laporan yang telah dikonfirmasi, kompleks bangunan di Kyiv-Pechersk Lavra dihantaum rudal dari sistem pertahanan udara AS. Salah satu kemungkinan penyebab kerusakan sistem ini adalah karena negaa-negara Barat memasok rezim Ukraina dengan rudal yang sudah kedaluwarsa," lanjut pernyataan itu.

(dna)

Add as a preferred
source on Google
Baca Artikel Selengkapnya