Rekaman drone Shahed Iran menghantam pangkalan militer AS di Kuwait pada 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan 18 titik aset militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan di tengah ketegangan kawasan yang kembali mengalami eskalasi. Dalam pernyataannya, Kamis (11/6/2026), IRGC menyatakan target-targetnya tersebut antara lain pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmad Al Jaber di Kuwait serta pangkalan udara Sheikh Isa di Bahrain.
Terpisah, militer Iran menyatakan telah menyerang sistem Patriot dan fasilitas komunikasi miliki Armada Kelima AS di Bahrain. Militer Iran juga mengkonfirmasi sejumlah drone telah diluncurkan ke arah Armada Kelima AS sebagai balasan atas apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap Iran selatan.
Pasukan Iran juga senantiasa siap mengonfrontasi musuh "hingga napas terakhir" dan tidak akan mundur hingga semua musuh mendapat ganjaran atas tindakan mereka, demikian pernyataan militer Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan kawasan yang mengalami eskalasi menyusul serangan AS ke Iran selatan dan serangan balasan Iran terhadap aset militer AS di kawasan.
Menyusul serangan Amerika Serikat terhadap Iran, Teheran meluncurkan serangan rudal terhadap Pangkalan Udara Harir milik AS di Irak utara. Kantor berita Iran, Nour News, pada Kamis melaporkan bahwa Iran juga menyerang sebuah situs radar AS di Wilayah Kurdistan Irak serta kapal-kapal AS di Selat Hormuz dan Teluk Persia.
sumber : Antara

2 hari yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·