Kapal-kapal kargo terlihat di Teluk Persia dekat Pulau Qeshm di provinsi Hormozgan, Iran, 23 Desember 2011 (diterbitkan ulang 20 Maret 2026). 70% pengiriman maritim di Selat Hormuz telah menurun sejak ketegangan di kawasan Teluk Persia meningkat pada 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Kapal-kapal Malaysia yang transit di Selat Hormuz digratiskan dari kewajiban membayar tol di Selat Hormuz. Hal itu dipastikan oleh Duta Besar Iran untuk Malaysia Mohammadi Nasrabadi kepada New Straits Times dilansir Anadolu, Senin (30/3/2026).
"Kami menerima informasi dari kementerian luar negeri bahwa beberapa kapal Malaysia di Teluk Persia dan ingin melintasi selat," kata Nasrabadi.
Setidaknya ada tujuh kapal milik Malaysia yang dijadwalkan akan melintasi Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Mohammad Hasan mengatakan pada Sabtu pekan lalu, bahwa kapal-kapal itu menunggu penyelesaian administrasi sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
"Kami mempertimbangkan ini, dan InshaAllah mereka akan lewat. Tidak ada masalah, sebagaimana Malaysia adalah negara sahabat, dan negara-negara sahabat bisa menggunakan selat itu," kata Nasrabadi.
"Tentu (kapal-kapal Malaysia bebas lewat). Kami tidak akan menerapkan tarif," ujarnya merespons pertanyaan apakah kapal-kapal Malaysia wajib membayar tol.
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke juga mengonfirmasi perkembangan terbaru ini. "Kami adalah rekanan sahabat dan kami memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan pemerintah Iran. Duta besar telah mengatakan tidak ada tarif tol ditetapkan bagi kapal-kapal Malaysia," kata Loke.

2 minggu yang lalu
10








English (US) ·
Indonesian (ID) ·