Jakarta, NU Online
Pemerintah Amerika Serikat dan Republik Islam Iran mengumumkan tercapainya kesepahaman awal yang dituangkan dalam rancangan nota kesepahaman (MoU). Kesepahaman tersebut disebut akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6/2026), setelah melalui serangkaian perundingan yang dimediasi sejumlah negara.
Dalam pernyataan tertulis yang diunggah, Presiden Donald J. Trump menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada semua pihak yang terlibat dalam pencapaian kesepakatan tersebut.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat untuk semuanya!" Demikian bunyi takarir dalam unggahan akun Instagram White House dan Potus, dikutip NU Online pada Senin (15/6/2026).
Sebagai tindak lanjut dari selesainya kesepakatan ini, Presiden Trump mengeluarkan instruksi strategis terkait jalur maritim internasional dan operasi militer AS di wilayah tersebut.
Ia memberikan wewenang penuh untuk membuka kembali Selat Hormuz secara bebas biaya (toll-free). Selain itu, Presiden Trump juga memerintahkan pencabutan segera terhadap blokade yang selama ini dilakukan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat.
Di akhir pernyataannya, Presiden Trump memberikan pesan terbuka yang bernada optimis bagi sektor perdagangan dan energi global.
"Kapal-kapal di seluruh Dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" pungkasnya.
Unggahan yang dibagikan oleh akun resmi @whitehouse dan @potus tersebut langsung menarik perhatian publik global, memicu puluhan ribu komentar, serta mendapat ratusan ribu tanda suka dari pengguna media sosial hanya dalam waktu beberapa jam setelah dirilis.
Melansir Media Iran, Tasnim News Agency, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, turut mengkonfirmasi bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Iran dan Amerika Serikat telah diselesaikan dan akan secara resmi ditandatangani pada Jumat (19/6/2026) mendatang di Swiss.
"Kami telah memasukkan semua posisi penting kami ke dalam rancangan MoU," kata Kazem Gharibabadi dalam sebuah wawancara televisi, dikutip NU Online dari Tasnim.
"Memorandum ini tidak berarti mempercayai musuh; itu telah ditulis dengan ketidakpercayaan aktif. Kami akan memantau implementasi komitmen AS," lanjutnya.
Wakil menteri menyatakan bahwa mulai Senin malam, blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan diakhiri, bersama dengan akhir perang dan operasi militer segera dan permanen di berbagai front, termasuk Lebanon.
Pengumuman itu menyusul negosiasi intensif selama berminggu-minggu yang dimediasi oleh Pakistan, dengan dukungan dari Qatar, Arab Saudi, dan Turki.
Sebelumnya pada hari Ahaf (14/6/2026), Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah mengumumkan bahwa kesepakatan damai telah tercapai.
"Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai. Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen terhadap operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon," tulisnya dalam unggahan akun X miliknya.
Di akhir unggahan, ia mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen untuk menemukan solusi diplomatik terhadap konflik selama ini.
"Kami juga ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada saudara-saudara kami dalam upaya mediasi ini, kepemimpinan besar Negara Qatar, atas dukungan mereka dalam mencapai kesepakatan ini. Saya juga secara khusus ingin mengucapkan terima kasih kepada kepemimpinan visioner Kerajaan Arab Saudi dan Republik Turkiye atas kontribusi besar mereka dalam hal ini," tulisnya.
Sharif juga menyampaikan bahwa para negara mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan di Swiss. Diskusi pra-implementasi tersebut, kata Sharif, akan menjadi dasar bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi nanti.
Sementara mengenai detail isi kesepakatan telah dirilis oleh pihak Teheran. Berdasarkan unggahan resmi akun Instagram @iraninindonesia yang merujuk pada pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, kedua negara telah merampungkan naskah Nota Kesepahaman (MoU) terkait perundingan penghentian perang (Perundingan Islamabad) pada Ahad, 14 Juni 2026.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran memaparkan beberapa poin krusial yang disepakati, antara lain:
- Penghentian Perang Permanen: Perang dan seluruh operasi militer di semua front, termasuk konflik yang berlangsung di Lebanon, dinyatakan berakhir secara segera dan permanen mulai malam tersebut.
- Pencabutan Blokade: Blokade laut terhadap Iran dipastikan akan dicabut secara penuh dan segera.
- Kelanjutan Perundingan: Perundingan untuk menuju perjanjian final selanjutnya akan dilanjutkan setelah seluruh komitmen yang ada di dalam Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dipenuhi oleh pihak-pihak terkait.

3 jam yang lalu
1





English (US) ·
Indonesian (ID) ·