Pelepasan tiga personel TNI gugur, yang tergabung dalam Unifil dalam upacara pelepasan di Beirut, Lebanon.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Temuan awal penyelidikan PBB pada 7 April 2026, terkait gugurnya tiga personel TNI yang tergabung Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon (Unifil) gugur pada akhir Maret 2026, sudah diumumkan. PBB melaporkan, kemungkinan besar tiga personel TNI gugur akibat tembakan tank Israel dalam satu insiden dan alat peledak improvisasi Hizbullah dalam insiden lainnya.
"Kami telah meminta kepada pihak-pihak terkait agar kasus-kasus tersebut diselidiki dan dituntut oleh otoritas nasional untuk membawa para pelaku ke pengadilan dan memastikan pertanggungjawaban pidana atas kejahatan terhadap pasukan penjaga perdamaian," kata Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric dalam pernyataan yang dibagikan Pusat Informasi PBB Indonesia di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Pada 29 Maret 2026, satu personel TNI gugur dan tiga lainnya terluka akibat proyektil yang meledak di dekat posisi Pos Unifil, Lebanon selatan. Keesokan harinya, dua TNI gugur akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka. Seorang lainnya terluka parah dan seorang lainnya luka ringan.
"Dalam kasus pertama, penyelidikan menunjukkan proyektil tersebut adalah peluru senjata utama tank 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava Pasukan Pertahanan Israel dari timur," kata Dujarric.
Khusus untuk insiden kedua, lanjut Dujarric, investigasi awal menunjukkan ledakan yang terjadi disebabkan oleh perangkat peledak rakitan atau IED yang terpicu oleh korban melalui mekanisme tripwire. Kesimpulan itu didasarkan pada analisis lokasi ledakan, kondisi kendaraan yang terdampak, serta ditemukannya IED kedua di dekat lokasi pada hari yang sama.

1 minggu yang lalu
7








English (US) ·
Indonesian (ID) ·