Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Michael Murphy (DDG 112) yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Angkatan Laut Amerika Serikat melakukan pembajakan terhadap kapal kargo Iran di Selat Hormuz, semalam. Aksi tersebut berujung serangan drone Iran ke kapal perang AS.
Komando Pusat militer AS (CENTCOM) mengatakan di X bahwa pasukan AS “yang beroperasi di Laut Arab menerapkan tindakan blokade laut terhadap kapal kargo berbendera Iran yang mencoba berlayar menuju pelabuhan Iran”.
CENTCOM mengatakan bahwa setelah mengeluarkan beberapa peringatan selama enam jam, kapal tersebut, Touska, tidak mematuhi perintah tersebut, setelah itu kapal tersebut ditembaki.
"Pasukan Amerika mengeluarkan beberapa peringatan dan memberi tahu kapal berbendera Iran bahwa mereka melanggar blokade AS. Setelah kru Touska gagal mematuhi peringatan berulang kali selama enam jam, (kapal perang USS) Spruance mengarahkan kapal tersebut untuk mengevakuasi ruang mesinnya.
USS Spruance kemudian disebut menonaktifkan tenaga penggerak Touska dengan menembakkan beberapa peluru dari MK 45 Gun 5 inci milik kapal perusak tersebut ke ruang mesin Touska.
“Marinir AS dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31 kemudian menaiki kapal yang tidak patuh tersebut, dan masih berada dalam tahanan AS,” tambah pernyataan itu.
Kisah ini berbeda dengan apa yang ditampilkan media Iran, di mana kapal-kapal militer Iran membalas tembakan ke kapal-kapal AS, sehingga menyebabkan mereka melarikan diri.
Laporan dari IRIB, yang merupakan radio dan televisi Iran, dan melaporkan bahwa “kapal kontainer Iran bernama Touska menjadi sasaran serangan Amerika, 50 80 kilometer dari pelabuhan Chabahar, dan sebagai tanggapannya, Iran melakukan serangan drone terhadap kapal perang Amerika”.
Kantor Berita semi-resmi Mehr News melaporkan hari ini, “Pasukan AS yang ditempatkan di perairan Laut Oman, sebagai tanggapan atas penutupan Selat Hormuz dan kembalinya kapal-kapal komersial India dan Inggris serta tindakan pengendalian yang diambil oleh Garda Revolusi Islam, menembaki sebuah kapal komersial Iran untuk memaksanya kembali ke perairan teritorial Iran.
“Berkat kehadiran segera [dan] respon cepat dari unit Angkatan Laut Garda Revolusi Iran untuk mendukung kapal Iran, pasukan AS terpaksa mundur dan meninggalkan daerah tersebut.” TV pemerintah mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan drone ke arah kapal perang Amerika; yang lainnya hanya mengatakan bahwa mereka menembakinya.

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·