Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup melemah seiring pelaku pasar bersikap hati-hati dalam mencermati perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah, antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
IHSG ditutup melemah 37,35 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.989,43. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,82 poin atau 0,95 persen ke posisi 707,76.
“Bursa Asia bergerak mixed seiring investor mulai bersikap hati-hati terhadap perkembangan di Timur Tengah,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Senin.
Dari kelanjutan konflik di kawasan Timur Tengah, Amerika Serikat (AS), Iran, dan sejumlah mediator regional dilaporkan tengah merundingkan syarat untuk potensi gencatan senjata selama 45 hari, yang dapat membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang lebih permanen.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu baru bagi Iran, dan meningkatkan ancaman terhadap pembangkit listrik serta infrastruktur sipil lainnya apabila Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Baca juga: Indo Premier fasilitasi saham IPO seiring naiknya minat investor
Dari dalam negeri, IHSG melemah karena defisit anggaran Indonesia tercatat sebesar Rp240,1 triliun pada kuartal I-2026, atau setara 0,93 persen dari PDB. Belanja pemerintah melonjak 31,3 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp815 triliun, sementara pendapatan negara meningkat 10,5 persen menjadi Rp574,9 triliun.
Pendapatan pemerintah didukung oleh penerimaan pajak sebesar Rp394,8 triliun, yang naik 20,7 persen. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp67,9 triliun, turun 12,6 persen, sedangkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp112,1 triliun, juga mengalami penurunan sebesar 3 persen.
Total belanja pemerintah terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp610,3 triliun yang meningkat signifikan sebesar 47,7 persen, serta transfer ke daerah sebesar Rp204,8 triliun yang sedikit menurun 1,1 persen.
Di sisi lain, pelaku pasar mencermati kabar bahwa unit sovereign wealth fund Danantara menandatangani kesepakatan pada 1 April 2026, untuk mengakuisisi unit manajemen investasi milik bank-bank BUMN, yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI, serta PT Permodalan Nasional Madani dengan nilai Rp2,7 triliun, yang masih menunggu persetujuan.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·