IHSG melambung 5,03 persen, Analis: Sentimen pasar membaik

4 hari yang lalu 4

Jakarta (ANTARA) - Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajnawi mengatakan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipicu oleh membaiknya risk sentiment (sentimen risiko) investor seiring dilakukannya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.

IHSG ditutup menguat 302,08 poin atau 5,03 persen ke posisi 6.309,73, pada perdagangan sesi I di Senin (15/06).

"Dan alasannya kembali ke itu, risk sentimen-nya membaik karena dari sisi global geopolitik ada berita positif” ujar Arjun saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Senin.

Arjun menjelaskan, semua bursa saham global mengalami penguatan signifikan, yang mana investor merespon positif kesepakatan damai antara AS dengan Iran.

“Dari global ada sentimen positif melalui pengumuman gencatan dan pembukaan Selat Hormuz, pasar Asia semua rally,” ujar Arjun.

Alasannya, Ia menjelaskan, investor mulai mengalokasikan dananya ke aset berisiko (risk asset), seperti pasar saham termasuk di emerging market seperti Indonesia.

“Alasannya pasar naik itu gara-gara ini (AS-Iran), jadi jelas investor masuk ke saham karena saham naik hari ini,” ujar Arjun.

Baca juga: COO Danantara sebut saham BUMN topang kenaikan IHSG Senin pagi

Baca juga: IHSG melesat awal pekan ke 6.118, dipicu kesepakatan damai AS-Iran

Baca juga: IHSG Senin dibuka menguat 111,07 poin

Sebagai informasi, Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan kesepakatan Amerika Serikat (AS) dengan Iran telah tercapai, dan Pakistan mempersiapkan penandatanganan elektronik perjanjian damai, diikuti oleh pembicaraan tingkat teknis setelahnya.

Penandatanganan kesepakatan damai tersebut, direncanakan secara resmi dilakukan pada 19 Juni 2026 di Swiss.

Adapun, kesepakatan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade angkatan laut AS terhadap Iran, pelepasan aset Iran senilai 25 miliar dolar AS yang dibekukan, serta komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir selama proses negosiasi final berlangsung

Dari dalam negeri, investor menantikan Global Market Accessibility Review dari MSCI dan rebalancing indeks FTSE pada Jumat (19/6), serta RDG Bank Indonesia pada Kamis (18/6) yang diperkirakan akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

Data penutupan perdagangan sesi I pada Senin (15/06), frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.928.752 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 33,25 miliar lembar saham senilai Rp17,20 triliun. Sebanyak 660 saham naik, 86 saham menurun, dan 70 tidak bergerak nilainya.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang turun naik sebesar 9,67 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor industri yang masing-masing naik sebesar 5,73 persen dan 5,67 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MGNA, BUKK, ATAP, DATA dan JSPT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni AMFG, FLMC, VICI, PUDP, dan SRAJ.

Sementara itu, bursa saham regional Asia, antara lain indeks Nikkei menguat 5,15 persen ke 69.423,00, indeks Shanghai menguat 0,98 persen ke 4.070,92, indeks Hang Seng menguat 0,58 persen ke 24.860,00, dan indeks Strait Times menguat 1,03 persen ke 5.077,34.

Baca juga: Danantara: Penguatan IHSG bukti investor percaya fundamental RI

Baca juga: Ekonomi kemarin, rupiah menguat hingga modal asing masuk SRBI dan SBN

Baca juga: IHSG menguat ikuti Asia dipicu optimisme kesepakatan damai AS-Iran

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya