IHSG ditutup menguat didorong kenaikan saham sektor energi 

5 hari yang lalu 3

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didorong oleh kenaikan saham-saham sektor energi.

IHSG ditutup menguat 41,69 atau 0,56 persen ke posisi 7.500,19. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,11 poin atau 0,01 persen ke posisi 746,36.

“Jika IHSG mampu bertahan di atas level 7.500, diperkirakan berpotensi menguji level 7.600," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, IHSG dibuka melemah akibat naiknya kembali harga minyak mentah setelah negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran gagal mencapai kesepakatan, dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Angkatan laut AS akan memblokade Selat Hormuz.

Baca juga: IPO pertama 2026, antusias investor dorong saham WBSA naik 35 persen

Kegagalan negosiasi dan blokade Selat Hormuz oleh AS telah meredam harapan untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah dengan cepat, serta berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik dan memicu guncangan energi secara global.

Namun kemudian, pada akhir perdagangan sesi I dan perdagangan sesi II, IHSG berbalik bergerak ke teritori positif, didorong oleh kenaikan saham sektor energi, barang baku, dan dan industri, meskipun terjadi pelemahan pada sektor keuangan.

Dari data ekonomi dalam negeri, data penjualan ritel domestik tumbuh 6,5 persen year on year (yoy) pada Februari 2026 dari sebelumnya 5,7 persen (yoy) pada Januari 2026, atau yang tercepat sejak Maret 2024, didorong oleh kenaikan belanja masyarakat di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, antara lain akan membahas kelanjutan kerja sama kedua negara, termasuk mengenai penguatan pasokan minyak ke Indonesia di tengah konflik di kawasan Timur Tengah.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya