IHSG berpotensi volatil dipicu sentimen domestik dan suku bunga global

4 jam yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis berpotensi bergerak volatil dipicu oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan terkait suku bunga global.

IHSG dibuka melemah 10,81 poin atau 0,18 persen ke posisi 5.873,07. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,02 poin atau 0,18 persen ke posisi 577,15.

"Secara teknikal, level support IHSG berada di 5.784 atau 5.720 atau 5.677, sedangkan resistance di level 5.993 sampai 6.052 atau 6.171, dengan strategi yang disarankan adalah wait an see atau buy on weakness," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata, dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, Liza menjelaskan investor cenderung berhati-hati menunggu laporan keuangan Micron, sebagai indikator terbaru prospek industri semikonduktor dan tema investasi kecerdasan buatan (AI).

"Meskipun saham teknologi masih tertekan akibat aksi ambil untung dan kekhawatiran valuasi yang tinggi, pelaku pasar belum menunjukkan tanda-tanda rotasi besar-besaran keluar dari saham growth," ujar Liza,

Di sisi lain, ia menyebut pelemahan signifikan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang dan mendukung minat investor terhadap aset berisiko

"Penurunan harga energi mendorong investor memangkas proyeksi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed, yang tercermin dari turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS," ujar Liza.

Sementara itu, perkembangan geopolitik di Timur Tengah menunjukkan perbaikan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran melanjutkan implementasi kesepakatan damai sementara yang ditandatangani pekan lalu.

Selain itu, pejabat AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan negosiasi teknis di Swiss pada pekan depan, dengan Pakistan dan Oman tetap berperan sebagai mediator utama dalam proses diplomatik tersebut.

"Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali meningkat seiring dibukanya jalur strategis tersebut, sehingga membantu menurunkan premi risiko geopolitik di pasar energi," ujar Liza

Fokus pasar kini tertuju pada rilis data inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) AS periode Mei 2026, serta revisi pertumbuhan PDB AS kuartal I-2026, yang akan menjadi pertimbangan penting bagi arah kebijakan moneter selanjutnya.

Dari dalam negeri, BEI tengah bersiap melakukan transformasi besar menjadi perusahaan terbuka, melalui skema demutualisasi berdasarkan UU No. 4 Tahun 2026, yang membuka kepemilikan bursa kepada publik melalui tahapan private placement dan IPO dengan target masuk 10 besar bursa dunia dalam 4-5 tahun ke depan.

Sementara itu, Kementerian Keuangan mulai menarik saldo anggaran lebih (SAL) secara bertahap dari perbankan Himbara, dari total sekitar Rp420 triliun yang sebelumnya terdiri dari sekitar Rp300 triliun di bank Himbara dan Rp120 triliun di Bank Indonesia (BI).

Penarikan itu dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan kas negara dan kebutuhan pembiayaan APBN, serta hasil kesepakatan dengan BI untuk menjaga stabilitas rupiah dan sistem keuangan, dengan sebagian dana dialihkan kembali ke rekening kas pemerintah di BI yang memberikan imbal hasil (remunerasi), mengingat penempatan SAL di perbankan sejak awal bersifat sementara.

Pada perdagangan Rabu (24/6/2026) kemarin, bursa Eropa bergerak variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,18 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,31 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,62 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,54 persen.

Sementara itu, bursa AS Wall Street juga variatif pada Rabu (24/6/2026), di antaranya Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,35 persen, indeks S&P 500 melemah 0,10 persen, dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,43 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 3,75 persen ke 71.779,00, indeks Shanghai menguat 0,11 persen ke 4.115,84, indeks Hang Seng melemah 1,34 persen ke 23.098,00, dan indeks Strait Times menguat 0,19 persen ke 5.226,43.

Baca juga: IHSG Rabu ditutup melemah ke 5.883, investor hindari aset berisiko

Baca juga: Pengamat: IHSG turun 3 persen imbas sinyal "hawkish" suku bunga global

Baca juga: IHSG menguat dipicu respon positif pasar RI tetap di "emerging market"

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya