Gus Yahya Dijadwalkan Bertemu Perdana Menteri Malaysia, Perkuat Ekonomi Syariah

7 jam yang lalu 5

Jakarta, NU Online

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) akan melakukan kunjungan resmi ke Malaysia dan bertemu Perdana Menteri Dato’ Sri Anwar Ibrahim pada 12-13 Juni 2026. Pertemuan tersebut rencananya akan membahas kerja sama konkret di bidang ekonomi syariah.

Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menyampaikan bahwa agenda kunjungan tersebut menjadi tindak lanjut dari komunikasi intensif antara NU dan Malaysia. Ia menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui kerja sama strategis lintas negara.  

“Dan insyaallah, dalam kunjungan Gus Yahya ke Kuala Lumpur minggu depan akan ditandatangani beberapa MOU yang akan menandai kerja sama yang lebih teknis antara Indonesia, dalam hal ini NU, dan Malaysia,” ujar Gus Ulil saat ditemui NU Online usai pertemuan di Gedung lantai 5, Jakarta pada Jumat (5/6/2026). 

Gus Ulil menjelaskan bahwa pembahasan kali ini bersifat teknis dengan melibatkan NU Halal Center, Lembaga Pengembangan Pertanian NU, serta Sarikat Buruh Muslimin Indonesia. 

Ia menekankan pentingnya mengembangkan area kerja sama yang dapat diwujudkan secara nyata. “Jadi, tadi itu pembicaranya lebih teknis ya, kita membicarakan tentang area-area yang bisa kita kerjasamakan secara real,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, NU menjalankan sektor ini melalui entitas bernama Nahdlatul Ulama Harvest Maslaha (NHM), hasil kerja sama dengan lembaga investasi Singapura, Harvest Advisor. Lembaga tersebut dikenal sebagai salah satu investor besar di Asia dan kini menjalin kemitraan dengan NU.  

“Jadi, ini kolaborasi antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Insyaallah akan sangat bagus dengan keunggulannya masing-masing," katanya.

"Indonesia punya pasar besar, Malaysia punya pengalaman yang cukup panjang dalam pengembangan ekonomi syariah, kemudian Singapura sebagai investment hub di tingkat dunia yang punya pengalaman yang sangat canggih,” lanjutnya. 

Kerja sama antara tiga negara ini, insyaallah, diyakini mampu mengembangkan ASEAN sebagai pusat syariah di tingkat dunia.

Kontriubtor: Ahmad Syafiq Shidqi

Baca Artikel Selengkapnya