BSI bayar zakat perusahaan dan pegawai Rp289,38 miliar ke BAZNAS

2 bulan yang lalu 42
Ini juga sebagai cermin (bukti) bahwa kalau (kinerja) BSI bertumbuh, maka kontribusi terhadap zakat juga akan semakin tinggi,

Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyalurkan zakat perusahaan dan pegawai periode pengumpulan 2025 sebesar Rp289,38 miliar melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), meningkat 7,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menuturkan, jumlah tersebut terdiri dari zakat perseroan sekitar Rp250 miliar, yang diambil dari laba kotor perseroan sebesar 2,5 persen, serta zakat pegawai kurang lebih Rp39 miliar.

“Ini juga sebagai cermin (bukti) bahwa kalau (kinerja) BSI bertumbuh, maka kontribusi terhadap zakat juga akan semakin tinggi,” ucap Anggoro Eko Cahyo di Jakarta, Rabu.

Ia menyatakan, dalam kurun waktu lima tahun sejak berdiri pada 2021 hingga 2025, pihaknya telah menyalurkan total Rp1,07 triliun zakat perusahaan dan pegawai.

Baca juga: BSI bidik pengguna "mobile banking" lampaui 10 juta pada 2026

Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai program sosial, seperti Program Rumah Qur’an, pemberian beasiswa bagi 25.247 mahasiswa dan pelajar yang disalurkan melalui BSI Maslahat, serta bantuan dana pendidikan bagi 300 kampus dan sekolah di seluruh Indonesia.

Anggoro mengatakan, zakat yang terkumpul tersebut juga digunakan untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat di 77 desa binaan serta 54 sentra UMKM.

Terkait realisasi penyaluran pada 2025, dengan memanfaatkan dana zakat yang dikumpulkan pada tahun sebelumnya sebesar Rp268,6 miliar, ia menyampaikan pihaknya mampu menjangkau lebih dari 1,2 juta penerima manfaat melalui lebih dari 40 program di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, serta dakwah dan advokasi.

Ia menyatakan, pihaknya siap berkolaborasi dengan BAZNAS untuk mendukung optimalisasi pengumpulan zakat yang diproyeksikan berpotensi mencapai Rp327 triliun per tahun, tapi kini baru terealisasi sebesar Rp42 triliun.

Baca juga: Laba BSI per Februari 2026 tumbuh 17 persen capai Rp1,36 triliun

"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan bisnis, tetapi juga memastikan kebermanfaatan bagi masyarakat. Zakat kami posisikan sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi umat dan mendorong pemerataan kesejahteraan," ujar Anggoro.

Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid menyambut baik kolaborasi dengan bank BUMN tersebut untuk mengoptimalkan penerimaan dan penyaluran zakat sebagai salah satu sarana pemberdayaan umat.

Ia menuturkan, zakat dapat mendorong pemerataan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pihaknya pun berharap kerja sama dengan BSI dapat mendukung perluasan ekosistem ekonomi syariah nasional.

“Bekerja sama dengan BSI adalah sebuah model tentang kolaborasi dalam pemberian zakat dalam komitmen kepada ekonomi kerakyatan,” kata Sodik Mudjahid.

Baca juga: BSI usulkan Rp10 triliun penempatan dana pemerintah tahun ini

Baca juga: Baznas ajak seluruh amil perkuat kinerja untuk maksimalkan dampak ZIS

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya