BPS catat makanan beri andil inflasi bulanan terbesar di Februari 2026

1 bulan yang lalu 25

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menyatakan kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi terbesar secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Februari 2026.

Secara bulanan, perekonomian Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,68 persen mtm pada bulan lalu, setelah sebelumnya terjadi deflasi sebesar 0,15 persen mtm pada Januari 2026.

"Penyumbang utama inflasi Februari 2026 secara month-to-month adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 0,45 persen," ujar Ateng di Jakarta, Senin.

Ia menyampaikan kelompok pengeluaran tersebut mengalami inflasi sebesar 1,54 persen mtm dengan komoditas utama yang memberikan andil inflasi adalah daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, cabai merah, tomat, beras, dan telur ayam ras.

Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turut memberikan andil inflasi yang cukup besar secara bulanan pada Februari 2026, yakni sebesar 0,19 persen dan tingkat inflasi sebesar 2,55 persen mtm dengan komoditas penyumbang utama adalah emas perhiasan.

Sementara, berdasarkan tinjauan komponennya, Ateng mengatakan, komponen bergejolak (volatile food) mengalami inflasi sebesar 2,50 persen mtm dan menyumbangkan andil inflasi 0,41 persen.

Sejumlah komoditas utama dari komponen tersebut yang berkontribusi terhadap inflasi adalah daging ayam ras, cabai rawit, dan cabai merah.

Inflasi pada bulan lalu juga didorong oleh komponen inti yang mencatatkan inflasi bulanan sebesar 0,42 persen mtm dengan andil mencapai 0,27 persen. Adapun komoditas pendorong utama pada komponen inti meliputi emas perhiasan, minyak goreng, mobil, dan nasi dengan lauk.

Sementara, Ateng mengungkapkan terdapat satu kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi secara bulanan pada Februari 2026, yakni transportasi sebesar 0,11 persen mtm dengan andil deflasi 0,01 persen.

Sedangkan, menurut komponen, ia mengatakan komponen harga yang diatur pemerintah juga mengalami deflasi sebesar 0,03 persen mtm.

"Secara agregat komponen ini tidak memberikan andil (deflasi) karena mendekati 0 persen. Namun demikian, terdapat komoditas yang dominan memberikan andil deflasi terhadap harga yang diatur pemerintah, yaitu bensin," tuturnya.

Baca juga: BPS Jatim: Cabai hingga beras picu inflasi 0,95 persen pada Februari

Baca juga: Jakarta alami inflasi 0,63 persen pada Februari 2026

Baca juga: BPS proyeksikan produksi beras Februari-April 2026 capai 12,2 juta ton

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya