Jakarta (ANTARA) - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat 12 perusahaan berada dalam pipeline (antrean) akan melangsungkan Initial Public Offering (IPO) per 5 Juni 2025.
Jumlah tersebut berkurang dibandingkan antrean sebanyak 15 perusahaan dalam laporan BEI sebelumnya per 22 Mei 2026.
“Hingga saat ini, terdapat dua belas perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.
Dari dua belas perusahaan, Nyoman mengungkapkan delapan perusahaan masuk kategori aset skala besar di atas Rp250 miliar, dan empat perusahaan beraset skala menengah rentang Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Ketentuan kriteria aset tersebut sebagaimana Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.
Dari total 12 perusahaan dalam antrean IPO, dari sisi sektor, Nyoman merinci sebanyak tiga perusahaan sektor barang konsumen non primer, tiga perusahaan sektor kesehatan dan dua perusahaan sektor barang konsumen primer.
Baca juga: OJK sebut animo IPO masih terjaga, 15 perusahaan masuk antrean
Baca juga: BEI dorong perusahaan sektor ekonomi kreatif gelar IPO di pasar modal
Kemudian, dua perusahaan sektor infrastruktur, satu perusahaan sektor keuangan, serta satu perusahaan sektor transportasi dan teknologi.
Sepanjang tahun ini terhitung sampai 5 Juni 2026, telah terdapat satu perusahaan yang melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.
Dengan demikian, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 957 perusahaan sampai saat ini.
Sampai 5 Juni 2026, BEI mencatat penerbitan sebanyak 53 emisi dari 36 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan dana yang dihimpun senilai Rp69,94 triliun.
Sampai periode tersebut, Nyoman mengungkapkan terdapat 63 emisi dari 40 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline untuk menerbitkan emisi EBUS
Sementara itu, untuk aksi rights issue, telah terdapat empat perusahaan yang telah melangsungkan aksi "rights issue" dengan total nilai Rp3,89 triliun sampai periode 5 Juni 2026.
Dalam antrean, terdapat sebanyak satu perusahaan yang akan melangsungkan aksi "rights issue", yang terdiri dari perusahaan sektor properti.
Baca juga: BEI: Emiten sektor hiburan siap IPO, incar dana besar
Baca juga: Danantara ingin holding proyek PSEL bisa IPO pada 2028
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·