Bank Jambi bersama BI dan OJK kebut normalisasi sistem

1 bulan yang lalu 17

Kota Jambi (ANTARA) - Direktur Utama Bank Jambi Khairul Suhairi memastikan percepatan normalisasi sistem dilakukan bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) supaya hak masyarakat untuk mendapatkan layanan bisa segera terpenuhi.

"Secara asesmen dari BI, kami harus melakukan pembangunan kembali sistem (rebuild sistem), artinya ada sistem yang memang harus kami bangun ulang," kata Khairul di Jambi, Senin.

Ia menjelaskan, proses rebuild sistem ini membutuhkan waktu. Untuk itu, pihaknya belum berani memastikan kapan layanan bisa kembali normal, namun upaya pemulihan akan terus dilakukan.

Terkait normalisasi sistem, manajemen Bank Jambi menyebut hingga kini masih melakukan koordinasi intensif dan evaluasi (checkpoint) harian bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

Baca juga: Komisi II DPR RI dorong penguatan tata kelola BUMD

"Permohonan pembukaan layanan ATM sempat diajukan, khususnya untuk kanal "on us" atau penarikan di mesin ATM milik Bank Jambi sendiri," tambahnya.

Khairul mengakui, saat ini terjadi pembatasan layanan sebagai langkah antisipasi agar gangguan tidak semakin meluas. Sejauh ini secara umum kondisi sudah terkendali.

Manajemen Bank Jambi memastikan dana nasabah yang terdampak gangguan sistem telah dikembalikan secara penuh, termasuk biaya administrasi yang timbul dari transaksi tersebut.

"Bank Jambi berjanji akan segera menyampaikan informasi resmi kepada nasabah setelah seluruh tahapan dinyatakan selesai," tutupnya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya