Jakarta, CNN Indonesia --
Baku tembak terjadi antara petugas kepolisian dan pelaku penembakan di kota Cote des Neiges, Montreal, Kanada, pada Senin (22/6) pagi waktu setempat.
Polisi dan pelaku yang terlibat dalam baku tembak tersebut tewas. Sementara seorang polisi lainnya dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang sumber dari kepolisian Montreal meyakini bahwa pelaku merupakan salah satu daftar target polisi.
"Ini tampaknya merupakan penyergapan," demikian keterangan dari pihak penegak hukum Kanada, seperti dikutip dari CNN.
Polisi saat ini tengah memeriksa sebuah manifesto yang disebut-sebut berisi lebih dari 100 halaman yang mereka yakini ditulis oleh pelaku penembakan. Menurut sumber penegak hukum, manifesto tersebut dilaporkan menganut ideologi incel.
Kurang dari lima mil dari gedung pencakar langit dan hiruk pikuk kota metropolitan Montreal, Côte-des-Neiges adalah kawasan perumahan modern yang lebih tenang. Distrik ini beragam, dengan kantong-kantong yang sangat dipengaruhi oleh budaya, institusi, dan kehidupan sehari-hari Yahudi.
Ketenangan di wilayah itu pun terusik dengan baku tembak antara polisi dan pelaku. Seluruh warga diperintahkan untuk berlindung selama berjam-jam saat petugas berwenang menyelidiki "tersangka bersenjata dan berbahaya."
Polisi langsung merespons panggilan darurat 911 tentang laporan penembakan dan sebuah senjata yang mencuat dari jendela sekitar pukul 11:35 waktu setempat di Boulevard Décarie ketika petugas diserang tembakan di jalan, kata kepala polisi. Polisi percaya tersangka bertindak sendirian.
"Hari ini, salah satu dari anggota kami telah gugur saat menjalankan tugasnya untuk melindungi dan melayani," kata Kepala Polisi Montreal Fady Dagher.
Sebuah senjata api laras panjang yang digunakan oleh tersangka disita di tempat kejadian. Dagher mengatakan polisi secara aktif berupaya mengamankan tempat kejadian dan mencari korban tambahan.
Polisi telah meminta masyarakat untuk terus menghindari area tersebut, dan bagi mereka yang berada di dalam perimeter keamanan untuk tetap berada di dalam ruangan "sampai pemberitahuan lebih lanjut."
Perdana Menteri negara bagian Quebec Cristina Frechette mengatakan sangat prihatin atas insiden tersebut.
"Saya sangat terguncang oleh peristiwa tragis yang terjadi hari ini di daerah Côte-des-Neiges," kata Fréchette, di akun media sosial X.
"Karena operasi dan penyelidikan masih berlangsung, sangat penting untuk membiarkan pihak berwenang melakukan pekerjaannya dan menghindari spekulasi apa pun," ia menambahkan.
Penembakan tersebut pun membuat publik khawatir akan keamanan di Kanada karena negara itu merupakan salah satu tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Montreal sendiri bukan merupakan salah satu venue Piala Dunia.
Add
as a preferred source on Google

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·