Amalan dari Syekh Salim Sa’id Ketika Punya Suatu Hajat Penting

1 jam yang lalu 2

Ketika sebuah kebutuhan mendesak datang menghampiri, manusia biasanya segera bergerak dan berusaha. Ada yang menghitung ulang tabungan, menghubungi relasi, meminta bantuan keluarga, atau mencari jalan keluar dari berbagai arah. Semua itu penting. Semua itu bagian dari ikhtiar.

Namun, ada satu hal yang sering terlupakan. Di balik ikhtiar lahir yang kita susun serapi mungkin, ada ikhtiar batin yang tidak kalah penting: mengetuk pintu langit melalui doa dan munajat kepada Allah SWT.

Sebab pada akhirnya, tidak semua persoalan selesai hanya dengan kekuatan manusia. Ada saat ketika jalan sudah ditempuh, usaha sudah dikerahkan, bantuan sudah dicari, tetapi hasil tetap berada di luar jangkauan kita. Di titik itulah seorang hamba menyadari bahwa pertolongan Allah adalah kebutuhan yang sesungguhnya.

Karena itu, Islam tidak hanya mengajarkan bekerja dan berusaha. Islam juga mengajarkan berdoa. Bahkan Allah SWT sendiri memerintahkan hamba-Nya untuk memohon kepada-Nya. Dalam Surat Ghafir ayat 60, Allah SWT berfirman:


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ

Artinya, "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan)'." (QS. Ghafir [40]: 60).

Perintah berdoa juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ath-Thabrani, Rasulullah saw bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ادْعُوا اللَّهَ تَعَالَى وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

Artinya, “Rasulullah Saw bersabda: Berdoalah kepada Allah Ta’ala dengan keyakinan bahwa doa tersebut akan dikabulkan. Dan ketahuilah bahwa Allah Azza wa Jalla tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah.” (HR. Ath-Thabrani dalam Ad-Du’a, [Beirut: Darul Kutub al-‘Ilmiyyah, 1413], jilid I, hlm. 39).

Lalu, adakah amalan tertentu yang dianjurkan ketika seseorang sedang menghadapi kebutuhan yang sangat penting?

Di antara sekian banyak amalan yang disebutkan para ulama, terdapat sebuah amalan yang dinukil oleh Imam al-Yafi'i dari sebagian kalangan arif billah. Amalan tersebut kemudian dikutip dan dijelaskan tata caranya oleh Syekh Muhammad Salim Sa'id dalam kitab Is'adur Rafiq wa Bughyatus Shadiq, [Surabaya, al-Hidayah, t.t.], jilid II, halaman 6.

Cara Mengerjakan Amalan Ini
 

Syekh Muhammad Salim Sa'id menjelaskan bahwa amalan ini dilakukan melalui beberapa langkah berikut.

Pertama, membaca dan menulis kalimat doa berikut;


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ مِنْ عَبْدِهِ الذَّلِيلِ إِلَىٰ رَبِّهِ الْجَلِيلِ. رَبِّ إِنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ

Bismillahirrahmanirrahim min 'abdihiz dzalili ila rabbihil jalil. Rabbi inni massaniya-dhurru wa anta arhamur rahimin.

Artinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari hamba-Nya yang hina kepada Tuhannya Yang Maha Agung. Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku telah ditimpa kemudaratan, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.”

Kedua, sebutkan hajat yang diinginkan.

Sesudah membaca doa tersebut, sebutkan secara langsung kebutuhan atau hajat yang sedang dihadapi.

Amalan ini dijelaskan oleh Syekh Muhammad Salim Sa'id ketika menerangkan berbagai keutamaan membaca dan menulis kalimat basmalah. Dengan kata lain, amalan untuk memohon kemudahan hajat ini merupakan salah satu dari sekian banyak khasiat yang dikaitkan para ulama dengan bacaan:


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam konteks kesulitan yang  kita dihadapi, amalan yang dinukil oleh Syekh Muhammad Salim Sa'id ini dapat menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin yang mengiringi ikhtiar lahir yang telah dilakukan. Namun perlu diingat, Islam tidak mengajarkan seseorang untuk mencukupkan diri dengan doa semata.

Kerja keras, usaha yang maksimal, perencanaan yang baik, serta pemanfaatan berbagai peluang yang tersedia tetap menjadi bagian penting dari ikhtiar seorang Muslim. Doa dan amalan ini bukan pengganti usaha, melainkan penguat harapan agar setiap langkah yang ditempuh mendapat pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT. Wallahu a'lam.


---------------
Syifaul Qulub Amin, alumnus PP Nurul Cholil, Sekarang Aktif Menjadi Perumus LBM PP Nurul Cholil dan Editor Website PCNU Bangkalan.

Baca Artikel Selengkapnya