Jakarta, CNN Indonesia --
Angkatan bersenjata Yaman mengaku telah melumpuhkan 1.200 personel Houthi dalam Operasi Fajar Yaman.
Juru bicara militer Yaman Kolonel Majed Abdullah Al Nuzaily mengatakan di media sosial X bahwa pasukan pemerintah telah mencapai kemajuan di front timur dan selatan berkat serangan intensif yang menggunakan pesawat tempur, drone, artileri, peluncur roket, serta unit penembak jitu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi ini disebut menargetkan pusat komando dan kendali Houthi, benteng pertahanan, posisi tembak, pos pengamatan dan pengintaian, area kumpul pasukan, gudang senjata dan amunisi, serta peralatan transportasi dan pasokan.
Al Nuzaily menambahkan bahwa serangan tersebut juga menyasar target militer bernilai tinggi, yang terletak jauh di dalam wilayah kekuasaan Houthi.
Penilaian awal di medan perang menunjukkan bahwa sekitar 1.200 pejuang Houthi telah "dinetralisir" dan lebih dari 440 kendaraan militer dan peralatan hancur atau rusak di berbagai front.
Al Nuzaily menegaskan bahwa serangan militer menargetkan sasaran yang sah dan dilakukan sesuai hukum humaniter internasional.
Pengumuman ini disampaikan di tengah eskalasi yang lebih luas antara pasukan pemerintah Yaman dengan kelompok milisi Houthi.
Sejak awal bulan, pasukan pemerintah Yaman melancarkan operasi "Fajar Yaman" untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi dan memulihkan kendali pemerintah.
Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi lainnya sejak tahun 2014. Koalisi pimpinan Saudi melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.
Selain melawan pasukan pemerintah Yaman, Houthi kini juga bertempur dengan Saudi pasca insiden di bandara Sanaa pada Juli lalu.
(blq/dna)

52 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·