Warga Thailand Diminta Siapkan Tas Siaga Darurat buat 3 Hari, Ada Apa?

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana Thailand (DDPM) meminta masyarakat menyiapkan tas siaga darurat (emergency bag) berisi kebutuhan pokok untuk bertahan hidup selama 72 jam pertama setelah bencana, Selasa (2/11).

Imbauan ini disampaikan di tengah seruan Perdana Menteri, Anutin Charnvirakul, agar masyarakat tetap "waspada, tetapi tidak panik" menyikapi peringatan darurat dari sejumlah negara asing.

Sejumlah negara meminta warganya menyiapkan persediaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat selama tiga hingga tujuh hari. Imbauan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat Thailand mengenai kesiapan negara menghadapi kemungkinan gangguan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anutin meyakinkan warga bahwa Thailand memiliki ketahanan pangan yang cukup. Ia juga meminta warga tidak panik terhadap peringatan yang dikeluarkan negara lain.

Menurut Anutin, warga harus tetap waspada terhadap perkembangan situasi. Namun, ia kembali menegaskan warga tidak perlu panik.

Direktur DDPM, Nirat Pongsitthaworn, mengatakan Thailand bukan termasuk negara yang diminta bersiap menghadapi keadaan darurat akibat konflik di Timur Tengah. Namun, menyiapkan tas darurat merupakan tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko ketika bencana terjadi.

Ia juga mengatakan bahwa saran tersebut merupakan bagian dari kampanye jangka panjang departemen untuk mengurangi risiko bencana dan mendorong kesiapsiagaan tanpa menimbulkan kepanikan, lapor Thaiger.

[Gambas:Video CNN]

Nirat menjelaskan persiapan menghadapi 72 jam pertama setelah bencana merupakan standar internasional. Masyarakat mungkin perlu memenuhi kebutuhan hidup selama tiga hari pertama sambil menunggu pemerintah menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.

Ia menegaskan tas darurat tidak hanya diperlukan untuk menghadapi kemungkinan konflik internasional. Perlengkapan tersebut juga berguna ketika terjadi banjir bandang, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran, kerusuhan, sabotase, hingga wabah penyakit.

DDPM merekomendasikan untuk menyiapkan enam kategori perlengkapan berikut:

1. Obat-obatan dan perlengkapan kesehatan

Masyarakat diminta menyiapkan kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), obat-obatan dasar untuk kebutuhan rumah tangga, serta obat pribadi dan catatan medis.

2. Makanan dan air minum

Setiap orang menyediakan air minum sebanyak tiga liter per hari. Selain air, masyarakat perlu membawa makanan siap saji dan camilan yang dapat memberikan energi.

Keluarga yang memiliki anak kecil, lansia, atau anggota keluarga yang sedang sakit juga perlu menyiapkan makanan sesuai kebutuhan masing-masing.

3. Peralatan dan perlengkapan komunikasi

Perlengkapan komunikasi yang perlu dibawa antara lain telepon seluler, pengisi daya portabel, senter, baterai cadangan, dan radio.

Radio diperlukan untuk memperoleh informasi apabila jaringan internet terganggu.

Masyarakat juga disarankan membawa peluit untuk memberi sinyal pertolongan, lilin, korek api, buku catatan, pulpen, pisau lipat, gunting, tali, dan selotip.

4. Dokumen dan uang tunai

Dokumen penting beserta salinannya perlu disimpan dalam kantong tahan air agar tidak rusak ketika terjadi bencana. Dokumen tersebut meliputi kartu identitas, dokumen kepemilikan rumah, kartu asuransi kesehatan, surat izin mengemudi (SIM), buku tabungan, dan sertifikat tanah.

Selain itu, masyarakat perlu menyiapkan uang tunai dan kunci cadangan untuk mengantisipasi gangguan layanan perbankan maupun sistem pembayaran digital.

5. Perlengkapan kebersihan pribadi

Tas darurat juga perlu dilengkapi perlengkapan kebersihan untuk menjaga kesehatan selama berada dalam situasi darurat.

Barang yang disarankan meliputi tisu, sikat gigi, pasta gigi, perlengkapan mandi, dan kantong sampah.

6. Pakaian dan perlengkapan tidur

Masyarakat perlu membawa pakaian ganti, jas hujan, topi, serta selimut atau kantong tidur.

Perlengkapan tersebut diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar selama proses evakuasi.

Nirat mengatakan setiap rumah tangga sebaiknya memiliki tas darurat yang bisa langsung dibawa ketika harus meninggalkan wilayah berisiko.

"Setiap rumah tangga harus memiliki tas darurat agar, jika terjadi keadaan darurat, baik itu bencana alam, perang siber, atau konflik internasional, mereka dapat segera membawanya saat mengevakuasi daerah yang berisiko," kata Nirat, seperti dikutip The Nation Thailand.

Ia juga menyarankan masyarakat menggunakan tas yang ringan dan tahan air. Tas tersebut sebaiknya disimpan di lokasi yang mudah dijangkau sehingga dapat segera dibawa ketika keadaan darurat terjadi.

Selain itu, masyarakat diminta memeriksa isi tas secara berkala untuk memastikan seluruh perlengkapan masih berfungsi serta makanan maupun obat-obatan belum melewati tanggal kadaluarsa.

Sementara itu, DDPM memastikan persiapan yang lebih luas mencakup mekanisme penanggulangan bencana, personel penanggulangan krisis, serta peringatan dini melalui sistem Siaran Seluler dan saluran lainnya.

DPPM juga mempersiapkan pengaturan tanggap darurat dan bantuan yang sesuai dengan berbagai situasi. DPPM juga siap berkoordinasi dengan lembaga pemerintah lainnya untuk mendukung keselamatan masyarakat dan memastikan bantuan dapat disalurkan ketika keadaan darurat terjadi.

(mge/dna/bac)

Baca Artikel Selengkapnya