Tucker Carlson: Netanyahu Desak Trump Segara Lancarkan Serangan Nuklir ke Iran

1 hari yang lalu 7

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara dengan Presiden Donald Trump.

WASHINGTON -- Komentator politik terkemuka di Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan nuklir terhadap Iran. Dalam unggahannya di X pada Senin (2/11/2026) dilansir Times of India, Carlson mengeklaim serangan dengan menggunakan senjata nuklir bisa menargetkan Pickaxe Mountain di Iran tengah.

Menurutnya, bom konvensional tak akan bisa mempenetrasi gunung granit yang diyakini sebagai tempat penyimpanan uranium Iran yang diperkaya hingga kadar pemurnian 60 persen. "Di bawah tekanan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pemerintahan Trump mungkin dalam hitungan hari akan melancarkan serangan ke Iran," kata Carlson.

Carlson mengklaim Netanyahu mendesak Trump untuk melancarkan operasi serangan Nuklir dengan mengutip sumber yang menyebut, "Bibi menghubungi Trump soal itu setiap hari."

Carlson tak menyertakan bukti terverifikasi untuk membuktikan klaimnya. Ia berasumsi desakan Netanyahu terhadap Trump itu terkait dengan posisi politik Netanyahu saat ini yang sedang terjepit menyusul hasil pemilu Israel pekan lalu. Menurutnya, Netanyahu akan kesulitan membentuk pemerintahan baru Israel tanpa intervensi langsung dari Trump dan terancam menghadapi penyelidikan berbagai kasusnya atau bahkan dipenjara jika dia benar-benar dinyatakan kalah pemilu.

"Netanyahu harus tetap dekat dengan Trump, dia membutuhkan perang ini," kata Carlson.

Di pemerintahan Trump, Carlson menyebut Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Komandan CENTCOM Brad Cooper, Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Direktur CIA John Ratcliffe mengikuti arahan dari Netanyahu terkait Iran. Dari kalangan oposisi, mantan presiden Barack Obama disebut menentang draf kesepakatan damai yang sedang disusun di Doha, Qatar.

Ia juga mengeklaim bahwa kala Netanyahu terbang ke Abu Dhabi pada 27 September lalu adalah untuk mencari dukungan dari Uni Emirat Arab (UEA) untuk operasi militer terakhir terhadap Iran, namun ditolak oleh pemimpin Emirat.

Baca Artikel Selengkapnya