Trump Ngotot Mau Pakai 'Hak Veto' Jika Demokrat Menang Pemilu Sela AS

57 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump wa mengatakan siap menggunakan hak veto sebagai kepala negara jika Partai Demokrat menang dalam pemilihan sela (midterm election) dan menguasai Senat.

Trump menyampaikan hal tersebut saat wawancara via telepon dengan NBC News, sehari sebelum pemilihan digelar, Senin (2/11).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya memiliki kekuasaan tertinggi - itu disebut 'hak veto'," kata Trump.

Dia juga mengatakan siap memveto undang-undang dari Demokrat jika perlu, dan tak masalah bakal dijuluki "Bapak Veto."

Trump meyakini hak veto itu pada akhirnya bisa memaksa Demokrat untuk membuat kesepakatan bipartisan dengannya, jika menguntungkan.

"Secara historis, Anda memveto selama beberapa bulan dan kemudian mereka datang dan berkata, 'Kita harus membuat kesepakatan'," ungkap politikus Republik itu.

Para pakar dan sejumlah survei menyebut partai Demokrat hampir pasti menang atas Republik.

Jajak pendapat yang dirilis NBC News pada pekan lalu menunjukkan Demokrat akan menguasai Kongres hingga 52 persen, dan Republik 45 persen.

Su wervei juga menyebut sebanyak 50 persen responden turut menyerukan perubahan "besar-besaran", sebuah angka tertinggi baru dalam data jajak pendapat NBC News.

Namun, dalam wawancara ini Trump sangat optimis soal peluang Partai Republik menang. Dia juga yakin bisa mengejar target agenda terlepas dari hasil dan komposisi Kongres tahun depan.

Trump lebih lanjut, mengatakan keputusan Mahkamah Agung baru-baru ini telah menguatkan dia dan pemerintahannya menggunakan kekuasaan eksekutif.

Dia lantas mencontohkan pertarungan hukumnya dengan mantan anggota Komisi Perdagangan Federal Rebecca Slaughter. Keputusan memenangkan Trump ini menjadi sinyal kuat yang memungkinkan dia mengendalikan lembaga, dewan, dan komisi federal, tanpa peduli mayoritas di DPR dan Senat.

"Kami memenangkan kasus Slaughter dan kasus Slaughter memberi presiden kekuasaan luar biasa yang belum pernah dimilikinya sebelumnya," kata Trump.

Dia juga berencana memajukan agendanya tahun depan di berbagai bidang federal untuk tindakan eksekutifnya yang akan datang.

"Jabatan presiden, jabatan presiden kita, dianggap sebagai jabatan presiden yang kuat. Anda bisa melakukan banyak hal," ungkap Trump.

Sumber yang dekat dengan presiden juga mengatakan meski Demokrat mungkin memenangkan kekuasaan, Trump akan "tetap punya kekuasaan untuk melakukan hampir semua yang dia inginkan."

Dia mungkin akan menggunakan wewenangnya di bidang perdagangan, perbatasan, pengelolaan pemerintahan federal, penanganan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS.

(isa/rds)

Baca Artikel Selengkapnya