Learjet 60 Hancur Sebelum Jatuh, Serpihan Ditemukan Sejauh 6 Km

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Salah satu bagian dari pesawat Learjet 60 yang jatuh menukik tajam di jalanan Florida, Amerika Serikat, ditemukan hampir 6,4 kilometer dari lokasi kecelakaan.

Temuan ini disampaikan para penyelidik pada Selasa (3/11) dan mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut diduga telah terpecah sebelum menghantam daratan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB), Tom Chapman, mengatakan sebagian besar elevator kiri, bagian pada ekor pesawat yang berfungsi mengendalikan gerakan hidung pesawat ke atas dan ke bawah, ditemukan terpecah menjadi tiga bagian.

Puing-puing itu juga ditemukan tersebar pada jarak sekitar 2,1 hingga 6,1 kilometer dari Greenacres, dekat West Palm Beach, tempat pesawat jatuh pada Minggu (1/11) sore dan menewaskan seluruh 9 penumpang.

[Gambas:Video CNN]

"Belum diketahui secara pasti apa arti temuan ini, apakah berkaitan dengan penyebab pesawat kehilangan kendali atau justru bagian tersebut terlepas akibat gaya yang bekerja pada pesawat. Kami masih belum mengetahuinya," kata Chapman dalam konferensi pers seperti dikutip NBC News.

Chapman mengatakan, tanpa elevator yang utuh, pilot tidak akan mampu menarik Learjet keluar dari kondisi menukik tajam.

"Pada kecepatan seperti itu, saya tidak yakin komponen tersebut masih akan berfungsi efektif sekalipun tetap terpasang pada pesawat. Namun, fakta bahwa bagian itu terlepas merupakan bukti yang sangat penting karena dapat mengarahkan kami pada hal-hal lain yang perlu diselidiki," ujarnya.

Sementara itu, pakar keselamatan penerbangan Jeff Guzzetti mengatakan puing-puing yang terlepas dari pesawat kemungkinan merupakan dampak dari gerakan menukik tajam, bukan penyebab kenapa pesawat jatuh.

Menurutnya, fakta bahwa bagian-bagian tersebut ditemukan beberapa kilometer dari lokasi kecelakaan mengindikasikan bahwa komponen elevator kemungkinan terlepas saat pesawat sudah berada dekat permukaan tanah.

"Jika bagian-bagian itu terlepas saat pesawat masih berada di ketinggian, puing-puingnya akan ditemukan jauh lebih jauh dari lokasi kecelakaan," kata Guzzetti.

(rds)

Baca Artikel Selengkapnya