Trump Ancam Serang Iran Bak PD II sampai Politikus Muslim di Pileg AS

55 menit yang lalu 1
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Perang Amerika Serikat vs Iran hingga kemenangan politikus Muslim Abdul El Sayed di pemilihan pendahuluan AS menjadi perhatian berita internasional pada Kamis (6/8).

Berikut kilas berita internasional:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Politikus Muslim Pro-Palestina Menang Pileg AS, Trump Ngamuk

Politikus Muslim dari Partai Demokrat, Abdul El Sayed, memenangkan pemilu pendahuluan (primary) untuk kursi Senat Amerika Serikat di Michigan, pada Rabu (5/8).

Politikus pro-Palestina itu berhasil mengalahkan petahanan anggota Kongres Haley Stevens yang kampanyenya didukung oleh dana besar dari lobi pro-Israel, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

"Dengan lebih dari 95 persen suara yang telah dihitung pada Rabu pagi, penghitungan Associated Press menunjukkan El Sayed memperoleh sekitar 48,5% suara dan Stevens 47,5%, tulis laporan Times of Israel.

Malaysia Tak Akan Minta Ekstradisi Pilot Pembawa Narkoba di RI

Kepolisian DirajaMalaysia (PDRM) menegaskan tidak akan meminta ekstradisi pilot Malaysia yang ditangkap di Indonesia karena kedapatan membawa narkotika ekstasi seberat 26 kilogram.

Pilot Malaysia Airlines (MAS) Mohd Saufi bin Othman ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta setelah didapati membawa 70.000 butir ekstasi setara dengan 26 kg.

Direktur Satuan Kriminal Narkotika (JSJN) PDRM, Datuk Hussein Omar Khan, mengatakan tidak akan ada permintaan ekstradisi dan pilot tersebut harus menjalani proses hukum di negara tersebut.

Kata-kata Rusia soal Disebut Sewa Tentara Bayaran Kolombia di Ukraina

Rusia dilaporkan menggunakan tentara bayaran dari Kolombia untuk membantu mereka dalam perang melawan Ukraina.

Media Kolombia, Niticias Caracol, pada Senin (3/8) merilis laporan investigasi menampilkan kesaksian dan dokumen yang menuduh Rusia merekrut warga negara Kolombia sebagai strategi melawan Ukraina.

Presiden Kolombia Gustavo Petro juga sempat menegaskan setidaknya ada 7.000 warga yang berperang di Rusia dan Ukraina demi uang.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya