Houthi Bombardir Markas Militer Yaman, Warga Saudi Ikut Jadi Korban

54 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Serangan kelompok Houthi ke sejumlah kamp militer di Yaman bagian tengah pada Kamis (6/8) malam dilaporkan menewaskan 30 personel pasukan pemerintah Yaman dan melukai 11 warga sipil. 

Koalisi Arab Saudi, yang selama ini mendukung pemerintah Yaman dalam perang saudara ini, menuturkan tujuh di antara 11 warga sipil yang menjadi korban luka merupakan warga Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Pertahanan Yaman mengatakan rudal balistik dan drone menghantam beberapa kamp di Provinsi Marib dan Hadramawt, menewaskan dan melukai sejumlah personel Yaman. Kementerian itu menuturkan serangan Houthi ini terjadi pada pukul 10.40 waktu setempat (07.40 GMT) dan mengecam serangan itu sebagai tindakan "pengkhianatan".

Kemhan Yaman berjanji akan "merespons agresi ini pada waktu dan tempat yang tepat".

Sementara itu, juru bicara koalisi Saudi mengatakan 11 warga sipil terluka di wilayah perbatasan Najran dalam serangan Houthi itu.

Dalam pernyataan yang dibagikan melalui X, mereka mengatakan korban luka mencakup tujuh warga negara Saudi, termasuk seorang perempuan dan anak berusia empat tahun yang keduanya mengalami luka bakar tingkat dua.

Empat warga sipil lainnya berasal dari Yaman, Pakistan, dan Mesir.

Seorang pejabat militer mengatakan kepada AFP bahwa rudal dan drone menghantam sebuah kamp di kawasan Al-Ruwaik, Provinsi Marib, serta sejumlah kamp di kawasan Al-Abr dan Al-Wadiah, Provinsi Hadramawt, dekat perbatasan dengan Arab Saudi.

AFP mengutip sumber militer yang mengatakan sedikitnya 58 personel pasukan Yaman telah tewas, meningkat dari 38 korban jiwa yang sebelumnya dilaporkan.

Sumber-sumber militer juga mengatakan kepada surat kabar pro-pemerintah Aden al Ghad dan situs televisi anti-Houthi Belqees bahwa lebih dari 40 personel tewas dalam serangan milisi ini.

Sementara itu, Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah barat laut Yaman dan mendapat dukungan Iran, mengatakan serangan terbarunya ini menargetkan "penumpukan besar-besaran pasukan militer Saudi" yang sedang mempersiapkan ofensif.

Juru bicara militer Houthi Yahia Sarea mengklaim serangan tersebut menewaskan dan melukai "ratusan tentara bayaran musuh Saudi" serta menghancurkan sejumlah besar bangunan, senjata, dan kendaraan militer di kamp-kamp di kawasan Al Ruwaik, Al Abr, dan Al Thaniyah.

Ia mengatakan kamp-kamp tersebut merupakan milik Pasukan Darurat Yaman yang didukung Saudi. Menurutnya, Houthi telah mengamati "penumpukan besar-besaran pasukan militer Saudi dalam tahap akhir persiapan, yang bertujuan meningkatkan agresi terhadap provinsi-provinsi yang telah dibebaskan dan rakyat Yaman".

Yaman hancur lebur akibat perang saudara yang telah berlangsung sejak 2014, ketika Houthi menggulingkan pemerintah di ibu kota Sanaa. 

Perang sipil meningkat pada 2015 setelah koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi untuk membantu mengembalikan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional ke tampuk kekuasaan.

Pertempuran tersebut dilaporkan telah menewaskan lebih dari 150.000 orang dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Menurut PBB, lebih dari 22 juta orang membutuhkan bantuan dalam berbagai bentuk imbas perang ini.

Gencatan senjata yang dimediasi PBB sebagian besar masih bertahan sejak 2022, tetapi terjadi eskalasi signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Baca Artikel Selengkapnya