Terungkap Data 81 Pesawat AS Rusak dan Hancur Dibom Iran

1 jam yang lalu 1

Foto kehancuran Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS, akibat serangan Iran ke pangkalan Pangeran Sultan di Saudi, Jumat (27/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON --  Laporan yang dirilis Layanan Penelitian Kongresional (CRS) dilaporkan CGTN pada Senin (6/10/2026) mengungkap total 81 pesawat militer Amerika Serikat (AS) rusak atau hancur sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Data itu hasil kompilasi dari berbagai laporan terbaru, Departemen Pertahanan AS, CENTCOM, dan Inspektorat Jenderal Pentagon.

Menurut laporan CRS, pesawat yang rusak atau hancur termasuk 12 jet tempur F-15E dua A-10 Thunderbolt, tujuh pesawat tanker KC-135, satu pesawat peringatan dini E-3 Sentry, satu drone pengintai MQ-4C Triton dan 45 drone MQ-9 Reaper. 

Saat ini, Kongres AS mempertimbangkan apakah akan menyetujui permintaan pendanaan untuk perbaikan atau pergantian pesawat-pesawat itu. Kongres AS juga menggunakan data untuk mengasesmen ancaman yang dihadirkan oleh situasi perang dan kekuatan persenjataan musuh, juga apakah penyesuaian diperlukan terhadap perlengkapan AS, taktik, atau postur pengerahan pangkalan.

Sebuah laporan yang dirilis pembaga pengawas Pentagon pada 14 September 2025 juga menunjukkan bahwa perang Iran telah emngakibatkan kerugian signifikan di pangkalan militer AS dan fasilitas diplomatik di Timur Tengah. Sedikitnya ratusan gedung dan fasilitas lainnya mengalami kerusakan dan 50 pesawat dilaporkan rusak atau hancur.

Secara terpisah, Kantor Anggaran Kongres AS dalam sebuah laporan memperkirakan, bahwa Departemen Pertahanan AS telah menghabiskan sekitar 38 miliar dolar AS selama 5 bulan perang Iran hingga 1 Agustus 2026.

Baca Artikel Selengkapnya