Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prancis Emmanuel Macron memantau uji coba rudal berkemampuan nuklir baru saat negaranya sedang diguncang demo besar-besaran.
France24 melaporkan Macron menyaksikan penembakan rudal tanpa hulu ledak dari atas kapal perang Prancis pada Selasa (6/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyektil berjenis M51.3 itu ditembakkan dari kapal selam Le Vigilant di lepas pantai Brittany dan menghantam "Atlantik Utara". M51.3 adalah versi terbaru dari rudal M51 yang mulai beroperasi pada Oktober 2025 sebagai bagian dari modernisasi pencegahan nuklir Prancis.
Pemantauan rudal ini dilakukan saat berbagai elemen masyarakat di Prancis berunjuk rasa memprotes buruknya sistem pendidikan.
Sekitar 250.000 orang yang terdiri dari siswa, guru, orang tua, mahasiswa, dan aktivis turun ke jalan pada Selasa hingga mengakibatkan lebih dari 900 sekolah tak bisa beroperasi.
Para siswa pada umumnya menuntut agar kehadiran guru ditingkatkan mengingat minimnya peran tenaga pendidik tersebut terutama di daerah pinggiran. Para murid juga mendesak agar pemerintah memperbaiki bangunan dan fasilitas sekolah, serta meninjau kembali durasi pembelajaran yang dianggap terlalu panjang.
Demonstrasi ini pecah pada akhir September lalu dan meluas dengan cepat ke seluruh wilayah Prancis. Beberapa unjuk rasa berujung kerusuhan, di mana sekolah-sekolah dan fasilitas umum dibakar maupun dijarah.
Terjadi pula bentrokan berdarah antara aparat kepolisian dan siswa. Salah satu siswa dilaporkan kehilangan satu tangan imbas terkena ledakan granat yang dilempar polisi. Siswa lain juga mengalami patah tulang rahang karena terhantam granat tepat di kepala.
(blq/dna/bca)

54 menit yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·