Seratus Imam Katolik Gelar Kain Kafan Anak Gaza di Vatikan

59 menit yang lalu 3

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA – Sekitar 100 imam Katolik melakukan pawai di Vatikan sembari membawa kain kafan bertuliskan nama anak-anak Gaza yang syahid dibunuh Israel. Ini sebagai bagian dari gerakan internasional kalangan rohaniwan untuk menentang genosida di Gaza serta militerisasi kawasan tersebut secara lebih luas.

Dilansir the Palestine Chronicles, Para imam yang mewakili delapan negara dan berbagai wilayah di Italia itu awalnya berkumpul untuk berdoa di Gereja Santo Spirito in Sassia, yang terletak tak jauh dari Lapangan Santo Petrus pada Selasa.

Mereka kemudian berjalan menyusuri jalan-jalan di sekitar Vatikan, berhenti sejenak untuk berdoa dalam berbagai bahasa, sebelum akhirnya tiba di Piazza Monte Grappa, lokasi kantor pusat perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Italia, Leonardo S.p.A.

Pemilihan lokasi tersebut dilakukan dengan sengaja. Penyelenggara ingin mengaitkan seruan perdamaian mereka dengan penolakan terhadap produksi dan perdagangan senjata.

Sepanjang prosesi, para peserta membawa kai kafan berukuran besar yang memuat nama-nama 300 anak Palestina dan Lebanon yang tewas setelah pengumuman gencatan senjata di Gaza dan Lebanon.

Aksi jalan bersama ini diikuti oleh para imam dari Italia, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, dan Jerman, serta para biarawati dan peserta awam. Uskup Christian Carlassare dari Bentiu, Sudan Selatan, juga turut serta.

Inisiatif ini telah berkembang pesat sejak pertama kali dibentuk tahun lalu. Pastor Rito Maresca, salah satu pendiri jaringan "Priests against Genocide" (Imam Melawan Genosida), mengatakan bahwa gerakan ini bermula dari seruan seorang biarawati Italia yang tinggal di Yordania.

"Mengapa Gereja diam saja? Mengapa para imam tidak bersuara?" demikian pertanyaan Suster Giovanna dalam sebuah unggahan Facebook, menurut penuturan Maresca.

Seruan tersebut mendorong sekelompok kecil imam untuk mengorganisasi diri dan menyusun dokumen yang mengutuk kekerasan serta menyerukan tindakan nyata.

Maresca mengatakan respons yang muncul dengan cepat melampaui harapan mereka. Jaringan ini kini beranggotakan ribuan imam dari berbagai negara, serta sejumlah uskup dan tiga kardinal. Data terkini mencatat keanggotaan lebih dari 2.500 rohaniwan yang tersebar di puluhan negara.

Di antara peserta yang hadir di Roma adalah Suster Geneviève Jeanningros, biarawati asal Prancis yang dikenal luas setelah berdiri di samping peti jenazah Paus Fransiskus saat ia wafat.

Baca Artikel Selengkapnya