Jakarta, CNN Indonesia --
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (25/9). Dalam pertemuan tersebut, keduanya turut membahas mengenai penyelesaian konflik di Timur Tengah hingga Selat Hormuz.
Kedua tokoh tersebut menekankan pentingnya penyelesaian konflik di kawasan lewat jalur dialog dan negosiasi. Guterres juga menyoroti masalah pelayaran internasional yang tersendat di Selat Hormuz, setelah selama ini diblokade Iran.
"Sekretaris Jenderal menegaskan mendesaknya penyelesaian konflik di Timur Tengah lewat dialog dan negosiasi, dengan tetap menghormati hukum internasional secara penuh, termasuk hak dan kebebasan navigasi internasional di sekitar selat Hormuz," demikian bunyi pernyataan resmi PBB, melansir Anadolu, Sabtu (26/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guterres juga menegaskan kembali komitmen PBB untuk mendukung seluruh upaya diplomasi yang ada.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah langkah Iran yang mengajukan usulan rencana tujuh hari untuk menghentikan konflik sekaligus membuka kembali jalur perairan strategis tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa usulan tersebut telah diteruskan ke pihak Washington melalui Qatar. Ia menambahkan, jika "syarat-syarat yang diperlukan terpenuhi," Selat Hormuz dapat kembali dibuka dalam waktu tujuh hari.
Hingga saat ini, pihak Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi secara terbuka terkait usulan tersebut.
Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang menurut pihak Teheran telah menewaskan ribuan orang. Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan rudal dan nirawak (drone) di kawasan tersebut serta menutup akses Selat Hormuz, yang merupakan jalur krusial bagi pasokan energi dunia.
(dmi)

1 jam yang lalu
3






English (US) ·
Indonesian (ID) ·