Sekjen Dewan Ulama Senior Al-Azhar: Kekuatan Harus untuk Menjaga Perdamaian

1 jam yang lalu 1

Jakarta, NU Online 

Sekretaris Jenderal Dewan Ulama Senior Al Azhar Prof Abbas Shouman mengatakan, kekuatan dalam perspektif Islam seharusnya digunakan untuk menegakkan keadilan dan menjaga perdamaian, bukan untuk menindas pihak lain.

“Perintah untuk membangun kekuatan pada dasarnya adalah usaha untuk memperkuat keadilan di dunia,” kata Abbas dalam Dialog dan Doa Perdamaian Konferensi Internasional Imam Besar (IGIC) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, perintah bagi umat Islam memiliki kekuatan tidak dimaksudkan untuk menindas agama atau kelompok lain. Kekuatan justru diperlukan agar umat tidak mudah ditindas dan dapat menjaga perdamaian.

“Memiliki kekuatan adalah untuk memupuk perdamaian. Selama mereka tidak menindas kita, kita diperintahkan untuk bersikap damai,” ujarnya.

Menurut dia, perdamaian dapat dijaga ketika kekuatan berjalan bersama keadilan. “Ketika kita bisa menjaga kekuatan dan keadilan, di situlah kita bisa menjaga perdamaian di bumi,” kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, Abbas juga menyinggung situasi di Gaza, Palestina. Ia mengatakan masyarakat Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan, terus menjadi korban kekerasan.

“Saudara kita di Gaza Palestina dibunuh siang malam, anak-anak kecil, perempuan, terbunuh. Kejadian itu di depan mata kita,” ujarnya.

Abbas mengatakan kondisi tersebut semestinya menjadi bahan evaluasi bagi umat Islam. Ia menyerukan agar umat kembali berpegang pada prinsip-prinsip Al-Quran dan Sunnah untuk membangun kekuatan bersama.

Menurut dia, salah satu faktor yang melemahkan umat Islam adalah perpecahan. Karena itu, persatuan menjadi hal penting yang perlu diperkuat.

Abbas mengatakan Islam mengajarkan umatnya untuk membangun persatuan meskipun hidup dalam negara yang berbeda-beda. Menurut dia, perbedaan negara tidak semestinya menghilangkan persatuan umat dalam menjalankan nilai dan tujuan keagamaan.

“Negara boleh banyak tetapi umat harus satu, bersatu dalam usaha untuk berkomunikasi, bersatu padu, menentukan tujuan umat ini,” katanya.

Ia juga menekankan prinsip Islam dalam hubungan dengan pemeluk agama lain. Abbas mengatakan Islam tidak mengajarkan pemaksaan terhadap orang lain untuk memeluk Islam. Ia merujuk pada prinsip tidak ada paksaan dalam beragama, serta prinsip “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”.

Menurut Abbas, Al-Quran juga mengatur hubungan umat Islam dengan non Muslim. Ia menyebut umat Islam diperintahkan untuk memperlakukan pemeluk agama lain dengan baik dan berlaku adil selama mereka tidak memusuhi umat Islam.

“Allah tidak melarang untuk memperlakukan non-Muslim dengan baik dan bersikap adil kepada mereka. Allah mencintai orang yang berbuat adil,” ujar Abbas.

Ia menegaskan bahwa sikap adil tersebut merupakan bagian dari prinsip Islam dalam kehidupan bersama. Karena itu, umat Islam tidak dibenarkan memperlakukan kelompok lain secara zalim.

Baca Artikel Selengkapnya