Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, bergerak melemah 20 poin atau 0,11 persen menjadi Rp18.080 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.060 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuabi, menilai pelemahan rupiah dipengaruhi data klaim pengangguran awal AS lebih baik dari perkiraan.
“Data klaim pengangguran awal AS untuk pekan yang berakhir pada 17 Oktober tercatat lebih baik dari perkiraan, yakni sebesar 194 ribu,” ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.
Angka tersebut yang berada di bawah estimasi maupun angka sebelumnya sebesar 200 ribu sekaligus mencapai level terendah dalam hampir 57 tahun terakhir.
Sentimen lainnya berasal dari kekhawatiran akan adanya gangguan lebih lanjut pada pasokan energi menyusul serangan kelompok Ansarullah Yaman (Houthi) terhadap Arab Saudi.
Saudi Aramco pada hari Kamis (22/10) memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran, yang terletak di kawasan Teluk dekat Bahrain, seiring dengan meningkatnya pertempuran antara eksportir minyak mentah terbesar di dunia tersebut dan kelompok Ansarullah yang berbasis di Yaman.
“Bentrokan antara kelompok Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional terus berkecamuk sejak kelompok Houthi bergerak maju menuju Bab el-Mandeb, sebuah jalur pelayaran strategis di mulut Laut Merah,” ujar Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp18.069 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.047 per dolar AS.
Baca juga: Rupiah pada Jumat pagi melemah jadi Rp18.074 per dolar AS
Baca juga: Rupiah melemah dipengaruhi keputusan BI tahan suku bunga
Baca juga: Pergerakan kurs rupiah masih dibayangi ketidakpastian rencana MSCI
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·