Jakarta (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat integritas pasar modal Indonesia demi meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi, dalam dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.
“Kami meningkatkan bagaimana transparansi, likuiditas, kemudian penegakan hukum, dan juga kita menguatkan sinergitas di antara lembaga. Saat ini pasar saham Indonesia menunjukkan ketahanan,” kata Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi dikutip dari siaran Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Presiden di Jakarta, Jumat
Dalam paparannya pada Rapat Sidang Kabinet Paripurna di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu (21/10), Friderica menjelaskan bahwa fundamental emiten domestik turut menunjukkan perkembangan positif pada triwulan kedua tahun 2026 dengan lonjakan pendapatan perusahaan sebesar 15,9 persen yang dibarengi pertumbuhan laba bersih.
“Jadi dari total 962 emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia, 74 persennya adalah mencatatkan laba,” ucapnya menegaskan kuatnya fundamental perusahaan nasional.
Baca juga: OJK jatuhkan denda total Rp2,52 triliun ke pelanggar hukum pasar modal
Ia juga memaparkan penilaian positif dari penyedia indeks global MSCI pada Juni 2026 yang menyebutkan bahwa Indonesia unggul dalam 16 dari 18 indikator utama bila dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.
Prestasi tersebut diraih karena Indonesia dinilai sukses menerapkan sejumlah ketentuan pendukung transparansi, termasuk ambang batas pelaporan keterbukaan kepemilikan saham sebesar satu persen.
Tingkat transparansi pelaporan tersebut dinilai jauh lebih ketat dan terperinci jika dibandingkan dengan ketentuan di pasar modal negara lain yang rata-rata menetapkan ambang batas di atas lima persen.
Sebagai langkah tegas dalam menjaga integritas bursa saham, otoritas keuangan tersebut telah menjatuhkan sanksi administratif senilai total Rp1,5 triliun kepada berbagai pihak yang terbukti melanggar aturan.
Baca juga: IHSG ditutup menguat didukung respons pasar atas kebijakan saham HSC
OJK juga tengah mengusut ketat dugaan manipulasi pasar yang melibatkan dua perusahaan pencatatan saham melalui upaya penegakan hukum berbasis koordinasi erat antarlembaga terkait.
“Alhamdulillah dua hari ini pasar kita sudah kembali bangkit. Ini kekuatan domestik Bapak, karena asing masih jual bersih dalam dua hari terakhir sebesar Rp3,3 triliun,” tutur Friderica.
OJK berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan struktural agar pasar modal nasional semakin kredibel, likuid, dan transparan sehingga mampu menjadi wadah investasi andalan bagi seluruh masyarakat ke depannya.
Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·