- Jumat, 6 November 2026 14:27 WIB
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Valuta Artha Mas, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Bank Indonesia (BI) memperkuat bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat dengan mempertahankan suku bunga acuan, menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan, hingga mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Karyawan menghitung uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Valuta Artha Mas, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Bank Indonesia (BI) memperkuat bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat dengan mempertahankan suku bunga acuan, menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan, hingga mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Valuta Artha Mas, Jakarta, Jumat (6/11/2026). Bank Indonesia (BI) memperkuat bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih kuat dengan mempertahankan suku bunga acuan, menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan, hingga mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·