Purwokerto (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M Juhro menekankan tiga prioritas bidang ekonomi untuk memperkuat kontribusi bank sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Banyumas Raya.
Tiga prioritas tersebut meliputi penguatan stabilitas harga dan ketahanan pangan, mendorong transformasi ekonomi daerah, serta mempercepat digitalisasi ekonomi dan keuangan.
"Yang pertama, perkuat peran diri sebagai penjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan. Jadi yang perlu dilakukan adalah pengendalian, pemantauan, asesmen dan sinergi yang harus terus berjalan," kata Solikin M Juhro dalam Upacara Pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan BI Purwokerto Aswin Gantina di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.
Ia mengatakan pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan membutuhkan koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan.
Prioritas kedua, yakni mendorong transformasi ekonomi daerah sebagai salah satu kunci percepatan pembangunan.
Menurut dia, transformasi tersebut perlu diperkuat melalui peningkatan konektivitas antarsektor dan antarwilayah sehingga potensi ekonomi daerah dapat berkembang secara lebih optimal.
Ia juga meminta BI terus mendukung berbagai program pengembangan ekonomi daerah yang telah berjalan, termasuk penguatan UMKM dan pengembangan kegiatan ekonomi kreatif.
Ia mencontohkan sejumlah inisiatif yang telah dilakukan, seperti Karya Kreatif Serayu serta berbagai kegiatan pengembangan ekonomi syariah di kawasan Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara.
Baca juga: BI: Banyumas Raya jadi penopang ekonomi Jawa Tengah
Baca juga: BI: Stimulus hingga ekspektasi dorong pertumbuhan ekonomi RI pada 2026
"Yang kedua, mendorong transformasi ekonomi daerah. Jadi ini penting. Kunci percepatan pembangunan adalah transformasi," katanya.
Ia mengatakan prioritas ketiga adalah mempercepat transformasi digital ekonomi dan keuangan, terutama melalui penguatan ekosistem digital yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, sekolah, mahasiswa dan penyedia layanan.
Menurut dia, pengembangan digitalisasi harus diikuti dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan serta perlindungan konsumen agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia mengharapkan Aswin Gantina mampu membangun komunikasi dan kolaborasi yang kuat dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program BI berjalan berkelanjutan dan berorientasi pada hasil.
“Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi dan penguatan kelembagaan,” katanya .
Ia mengatakan setiap pimpinan membawa pengalaman dan perspektif baru, tetapi semangat untuk berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah harus tetap terjaga.
Solikin juga menyampaikan apresiasi kepada kepala perwakilan BI sebelumnya, yang telah membangun fondasi kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis di Banyumas Raya.
Solikin mengharapkan sinergi antara BI, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, perbankan, media dan masyarakat terus diperkuat untuk mendorong pembangunan ekonomi Banyumas Raya yang semakin terpadu, inklusif dan berkelanjutan.
Upacara tersebut mengukuhkan Aswin Gantina sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto menggantikan Christoveny yang mengemban amanah baru sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Sementara Aswin Gantina sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan.
Baca juga: BI Purwokerto perkuat ekosistem ekonomi syariah Banyumas Raya
Baca juga: BI Purwokerto terus perluas QRIS untuk perkuat ekonomi digital daerah
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.







English (US) ·
Indonesian (ID) ·