RI perkuat kerja sama tiga negara melalui Bebas Visa Diplomatik

51 menit yang lalu 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menandatangani Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD) dengan Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, dan Republik Dominika.

Penandatangan itu dilakukan di sela-sela rangkaian High-Level Week Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat pada Rabu (23/9).

"Penandatanganan ketiga perjanjian tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkuat hubungan bilateral dan meningkatkan interaksi antara Indonesia dan ketiga negara," kata Kementerian Luar Negeri RI dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Disebutkan bahwa perjanjian tersebut sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan PBVDD juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong fasilitas bebas visa bagi masyarakat Indonesia di masa mendatang.

Dengan Lebanon, PBVDD ditandatangani oleh Sugiono dan Menteri Luar Negeri dan Emigran Lebanon, Yousef Raggi.

Dalam pertemuan bilateral, kedua menlu juga membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan pembangunan, serta bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi kawasan, khususnya Palestina.

Menlu Lebanon turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia bagi perdamaian dan stabilitas Lebanon melalui partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian PBB di Libanon (UNIFIL) sejak 2006, seperti dikutip.

Dengan Saint Vincent dan Grenadines, Menlu Sugiono dan Menteri Luar Negeri, Perdagangan Luar Negeri, Investasi Asing, dan Urusan Diaspora Dwight Fitzgerald Bramble menandatangani PBVDD sebagai upaya mempererat komunikasi dan kerja sama antara Pemerintah kedua negara.

Pertemuan itu juga membahas mengenai potensi pengembangan kerja sama pembangunan, termasuk melalui program peningkatan kapasitas diversifikasi produk mangga dan sukun.

Sementara itu, dengan Republik Dominika, Sugiono dan Menteri Luar Negeri Víctor Orlando Bisonó Haza menandatangani PBVDD guna memfasilitasi mobilitas dan membangun kepercayaan antar kedua negara.

Kedua Menlu juga mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum, demikian menurut pernyataan.

Dalam pertemuan dengan ketiga menlu tersebut, Sugiono juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan geopolitik global serta menggalang dukungan bagi pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029–2030.

Penandatanganan ketiga PBVDD tersebut mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas dan memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat serta menerjemahkan hubungan bilateral menjadi kerja sama yang semakin konkret dan saling menguntungkan.

Baca juga: Indonesia akan suarakan ketahanan global, isu Palestina di Sidang PBB

Baca juga: Menlu Sugiono perkuat diplomasi bilateral di sela Sidang Umum PBB

Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya