Pakar dorong Penguatan perlindungan bagi anak-anak dari kabut asap

51 menit yang lalu 1

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kabut asap yang masih menyelimuti kawasan Asia Tenggara telah mendorong kualitas udara ke tingkat yang berbahaya, dengan anak-anak sangat rentan terhadap peningkatan risiko fisiologis dan perkembangan akibat polusi udara, menurut seorang pakar.

Anak-anak sangat rentan karena paru-paru dan sistem kekebalan tubuh mereka masih berkembang. Mereka juga menghirup lebih banyak udara jika dibandingkan dengan berat badan mereka, sementara aktivitas fisik dapat semakin meningkatkan paparan mereka terhadap PM2.5, yaitu materi partikulat halus yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru, kata Sapna Shridhar Patil, dosen senior bidang kesehatan masyarakat di Taylor's University, kepada Xinhua.

"Kabut asap dapat mengganggu kesehatan dan kegiatan belajar. Kabut asap dapat menyebabkan batuk, hidung tersumbat, sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan bernapas. Bahkan gejala yang relatif ringan dapat memengaruhi konsentrasi pelajar, partisipasi mereka di kelas, dan kehadiran mereka di sekolah," ujarnya.

Selain gangguan fisik, tidak dapat mengikuti kegiatan olahraga dan sosial, menghabiskan waktu yang lama di dalam ruangan, serta kekhawatiran akan memburuknya gejala juga dapat memengaruhi kesejahteraan emosional anak-anak, tutur Sapna.

Malaysia dan negara-negara lain di kawasan tersebut mengalami kualitas udara yang buruk dalam beberapa pekan terakhir akibat cuaca panas dan kering yang berkepanjangan serta kabut asap yang disebabkan oleh banyak kebakaran.

Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya