Praktisi: Tokenisasi jadi motor pertumbuhan baru industri kripto

2 minggu yang lalu 12

Jakarta (ANTARA) - Perkembangan Real World Assets (RWA) atau tokenisasi semakin mendapat perhatian dalam industri aset kripto global seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi blockchain oleh institusi keuangan.

Tren tersebut, menurut Chief Marketing Indodax, perusahaan perdagangan aset kripto, Aloysia Dian, diproyeksikan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekosistem aset digital dalam beberapa tahun ke depan.

Mengutip laporan Citi Institute berjudul Tokenization 2030, dia menyebutkan nilai aset dunia tokenisasi diperkirakan dapat mencapai 5,5 triliun dolar AS pada 2030 dengan valuasi pasar saat ini sekitar 17 miliar dolar AS.

Perkembangan tokenisasi aset, lanjut Aloysia, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, merupakan salah satu inovasi yang paling menarik dalam industri blockchain, karena mampu menjembatani aset keuangan tradisional dengan teknologi digital, sehingga lebih mudah diakses.

"Tokenisasi aset membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh eksposur terhadap berbagai aset global melalui infrastruktur blockchain," katanya.

Inovasi ini, tambahnya, bukan sekadar menghadirkan jenis aset baru, tetapi juga mencerminkan bagaimana teknologi blockchain mulai digunakan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan aksesibilitas di sektor keuangan.

Menurut dia, tokenisasi memungkinkan berbagai aset, seperti saham, obligasi, komoditas, hingga aset alternatif, direpresentasikan dalam bentuk token digital sehingga dapat diperdagangkan secara lebih efisien dengan dukungan teknologi blockchain.

Dia menyebutkan saat ini Indodax menyediakan lebih dari 20 aset bertema Real World Assets (RWA), termasuk tujuh tokenized stocks yang merepresentasikan pergerakan harga saham perusahaan global seperti Apple, Amazon, Alphabet (Google), NVIDIA, Tesla, Circle, dan Coinbase.
Kehadiran produk-produk tersebut, tambahnya, memperluas pilihan diversifikasi di pasar kripto serta membuka akses bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap sektor ekonomi global.

Aloysia mengatakan selain dengan beragamnya pilihan aset nyata yang ditokenisasi, kategori ini juga menunjukkan pertumbuhan aktivitas perdagangan dan jumlah investor sepanjang tahun, sehingga, hal tersebut mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi digital berbasis aset dunia nyata.

Ia menambahkan perkembangan tersebut menunjukkan blockchain kini tidak lagi hanya identik dengan aset kripto, tetapi mulai menjadi infrastruktur yang mendukung digitalisasi berbagai instrumen keuangan.

Menurut dia, tokenisasi aset sebagai salah satu bentuk evolusi industri blockchain, semakin luas pemanfaatan teknologi ini, semakin besar pula peluang untuk menghadirkan sistem keuangan yang lebih inklusif, efisien, dan transparan.

"Yang terpenting, seluruh inovasi tersebut tetap perlu didukung oleh regulasi yang jelas, tata kelola yang baik, serta edukasi yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat," katanya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), melalui Roadmap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) 2026-2031, turut menempatkan pengembangan tokenisasi aset, regulasi stablecoin, transaksi Over-The-Counter (OTC), hingga penguatan keamanan siber, sebagai sejumlah inisiatif strategis untuk mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem keuangan digital nasional.

Baca juga: Praktisi: Sertifikasi influencer bangun ekosistem kripto lebih sehat

Baca juga: Indonesia minta standar AI global tak hambat UMKM

Baca juga: UUP2SK dinilai perkuat kedaulatan ekosistem kripto Indonesia

Pewarta: Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Baca Artikel Selengkapnya