Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mulai gerah dengan kebiadaban Israel di Jalur Gaza.
Ia bahkan mulai berani blak-blakan melabeli Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "penjahat perang."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat diwawancara penyiar Inggris Piers Morgan, Al Thani menyebut serangan 7 Oktober sebagai sebuah "pembantaian" dan menyatakan kecamannya. Meski demikian, ia berpendapat bahwa hal itu tidak membenarkan tindakan balasan Israel selanjutnya di Jalur Gaza.
Saat ditanya secara langsung apakah ia menganggap Netanyahu sebagai "penjahat perang," Al Thani mengamininya secara tegas, dikutip dari Middle East Monitor.
Kepala pemerintahan Qatar itu menyatakan bahwa ia memandang tindakan yang dilakukan Israel di Gaza sebagai kejahatan perang dan berpendapat bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban.
Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Qatar dan pemerintah Israel terkait perang di Gaza serta peran Doha sebagai mediator antara Israel dan Hamas.
Dalam wawancara-wawancara sebelumnya, Al Thani menuduh Israel menghambat upaya pelaksanaan rencana gencatan senjata di Gaza.
Qatar juga menepis tuduhan Israel yang menyebutkan bahwa negara itu memberikan dukungan kepada sayap militer Hamas.
(bac)

59 menit yang lalu
2






English (US) ·
Indonesian (ID) ·