Jakarta, CNN Indonesia --
Salah satu pilot Learjet 60 yang jatuh di Florida, Amerika Serikat, Nathalia Filgueiras, dikabarkan sempat mengirim pesan kepada kekasih sebelum pesawat jatuh dan terbakar, Minggu (1/11).
Ayah tiri Filgueiras, Thiago Corteleti, menceritakan sang buah hati mengirim pesan teks ke pacarnya, Justin, yang juga pilot sekitar pukul 12.40, sesaat sebelum kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia bilang, 'Aku mengalami turbulensi, ada es,'" kata Corteleti mengingat pesan itu, dikutip New York Post.
Pesawat yang terbang dari Texas ke Bahama ini jatuh di Palm Beach County, Florida, sekitar pukul 12.50 waktu setempat. Sebanyak sembilan orang termasuk Filgueiras tewas dalam kejadian nahas itu.
Berdasarkan penilaian awal, pesawat mulai rusak sebelum menabrak tanah dan terbakar. Dalam video yang beredar di media sosial menunjukkan jet pribadi tersebut jatuh menukik dan menghantam tanah di samping jalan hingga meledak.
Rangka pesawat sampai masuk ke dalam tanah dan menimbulkan kawah yang cukup dalam dan besar.
Anggota Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, Tom Chapman, mengatakan penyelidik memiliki indikasi pesawat hancur berkeping-keping sebelum menabrak tanah.
Lebih lanjut, Chapman mengatakan komponen-komponen tersebut mungkin ditemukan di beberapa jarak dari lokasi kecelakaan utama.
"Kami memang punya indikasi pesawat itu hancur berkeping-keping sebelum berbentuan [dengan tanah]," kata dia, dikutip International Business Times.
Sebelum kecelakaan, kru pesawat melapor ke petugas pengontrol lalu lintas udara yang terekam dalam LiveATC bahwa mereka mengalami turbulensi dan ada pembentukan es.
Pilot lalu minta diarahkan ke penerbangan yang lebih baik. Awak kabin kemudian melapor ada curah hujan dan meminta izin naik dari ketinggian 35.000 kaki ke 37.000 kaki.
Salah satu pilot kemudian menyatakan keadaan darurat dan menggambarkan penurunan ketinggian dengan kecepatan 20.000 kaki per menit. Sejauh ini tak jelas siapa pilot yang melaporkan kejadian tersebut apakah kapten pilot atau co-pilot.
Analisis Flightradar24 terhadap data pelacakan dan rekaman radio menunjukkan ada kenaikan singkat sekitar pukul 12.48m diikuti oleh penurunan tajam ke kanan.
Data menunjukkan laju vertikal melebihi 32.000 kaki per menit, dengan pembacaan ketinggian terakhir yang diterima menunjukkan 8.750 kaki pada pukul 12.49. Nilai pelacakan ini bukanlah pengukuran perekam penerbangan, dan angka laju vertikal tak boleh dianggap sebagai laju penurunan maksimum.
Namun, perkiraan waktu kecelakaan pukul 12.49 yang dilaporkan dinas tersebut konsisten dengan catatan Administrasi Penerbangan Federal yang dibulatkan menjadi pukul 12.50.
(isa/rds)

1 jam yang lalu
1






English (US) ·
Indonesian (ID) ·